Eko Faizin
Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:17 WIB
Ilustrasi karhutla. [Suara.com/Alfat Handri]
Baca 10 detik
  • Kementerian Kehutanan mencatat luas kebakaran hutan di Riau periode Januari sampai Juli 2026 mencapai 15.738,9 hektare.
  • Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah terdampak karhutla paling parah di Riau dengan total area terbakar seluas 8.316,0 hektare.
  • Personel Manggala Agni dan satuan tugas dikerahkan melakukan pemadaman untuk mencegah kebakaran meluas akibat musim kemarau.

SuaraRiau.id - Luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau pada periode Januari hingga Juli 2026 telah mencapai 15.738,9 hektare (ha).

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat, berdasarkan data tersebut kebakaran paling parah terjadi di ekosistem lahan gambut yang menghanguskan area seluas 14.423,5 ha.

Sementara kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kemenhut, Ferdian Krisnanto, area lahan mineral yang terbakar tercatat seluas 1.315,5 ha.

"Tentunya ini bukan masalah capaian, ini adalah peringatan penting, kondisi cuaca, iklim dan El Nino yang kuat perlu kita waspadai ke depan. Eskalasi bisa jadi akan terus naik seiring dengan puncak musim kemarau," katanya, Rabu (12/8/2026).

Ferdian mengatakan data tersebut berdasarkan hasil analisa citra satelit atas kerjasama Kemenhut, Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Kementrian Lingkungan Hidup.

Berdasarkan rincian wilayah, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah terdampak paling parah dengan total kebakaran mencapai 8.316,0 ha.

Daerah terparah berikutnya adalah Kabupaten Pelalawan dengan total luas 4.591,3 ha. Selanjutnya, Kabupaten Indragiri Hilir mencatatkan kebakaran seluas 997,8 ha diikuti Kota Dumai seluas 607,1 ha.

Setelah itu ada Kabupaten Rokan Hilir (392,5 ha), Siak (281,2 ha), Kepulauan Meranti (199,3 ha), Kuantan Singingi (104,4 ha).

Daerah dengan luasan di bawah seratus hektare meliputi Kabupaten Indragiri Hulu (98,3 ha), Kampar (90,1 ha), Rokan Hulu (51,6 ha) serta Kota Pekanbaru dengan luasan terkecil yaitu 9,4 ha.

Saat ini, seluruh personel Manggala Agni beserta satuan tugas (satgas) terkait terus dikerahkan secara optimal untuk melakukan penanganan dan pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas seiring meningkatnya ancaman musim kemarau.

Saat ini Manggala Agni melakukan operasi pemadaman darat di Kabupaten Kampar oleh Daerah Operasi Pekanbaru.

Lalu Manggala Agni Daops Dumai dan Siak di Bengkalis dan Rokan Hilir, serta Daops Rengat di Inderagiri Hulu. (Antara)

Load More