Eko Faizin
Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24 WIB
Ilustrasi karhutla. [Antara/HO-Manggala Agni]
Baca 10 detik
  • Tim Manggala Agni menangani kebakaran hutan seluas 100 hektare lebih di Pelalawan dan Indragiri Hulu sejak Agustus 2026.
  • Petugas menghadapi kendala berupa medan berat, jarak jauh, angin kencang, asap pekat, serta keterbatasan sumber air.
  • Upaya penanganan melibatkan pengerahan alat berat tambahan, pembuatan sekat bakar, serta pembuatan embung untuk sumber air.

SuaraRiau.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 100 hektare lebih di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu) masih ditangani Tim Manggala Agni Daerah Operasi Rengat.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto mengatakan lokasi pertama berada di Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan. Luas terbakar mencapai 64 hektare setelah dilakukan digitasi di lapangan.

"Penanganan sudah memasuki hari ke-10. Tantangannya kondisi bahan bakar padat, dan jarak tempuh menuju kepala api yang lumayan jauh," jelasnya, Sabtu (8/8/2026).

Ferdian mengungkapkan, untuk melangsir peralatan menggunakan roda dua butuh waktu 1,5 jam. Untuk itu, terdapat dukungan alat berat untuk membuka akses jalan masuk dan  juga untuk membuat sekat bakar dan embung sebagai dukungan sumber air.

Lokasi karhutla kedua berada di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Inhu dengan luas terbakar 50 hektare. Jumlah luasan Karhutla Riau tersebut belum final dan berpotensi bertambah.

"Penanganan sudah hari keenam. Tantangannya kondisi bahan bakar padat, asap pekat di lokasi, dan kondisi angin bertiup kencang. Kondisi sumber air juga terbatas karena embung yang tersedia mengering," ujarnya.

Selain itu, akses masuk ke kepala api yang belum terbuka sepenuhnya. Akibatnya, tim menyisir dari bagian tengah lokasi dengan sumber air berupa embung dengan bentangan selang sejauh 450 meter.

"Hari ini diupayakan dukungan alat berat tambahan 3 unit untuk membuka akses ke sisi kepala api bagian utara, dan menyiapkan embung-embung sebagai sumber air, serta pembuatan sekat bakar," katanya.

Ferdian menambahkan, di wilayah Riau lainnya juga terjadi kebakaran lahan seluas 10 hektare.

Lokasinya di Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis yang ditangani oleh Manggala Agni Daops Dumai memasuki hari kedua. (Antara)

Load More