Eko Faizin
Rabu, 17 Juni 2026 | 18:58 WIB
Ilustrasi karhutla. [ANTARA/HO-Manggala Agni]
Baca 10 detik
  • Luas kebakaran hutan dan lahan di Riau mencapai 15.318 hektare sepanjang Januari hingga Mei 2026 akibat aktivitas kebakaran.
  • Kabupaten Bengkalis tercatat sebagai wilayah dengan luasan lahan terbakar terbesar dibandingkan dengan wilayah lain di Provinsi Riau.
  • Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya serta upaya mitigasi terus dilakukan.

SuaraRiau.id - Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau sepanjang periode Januari hingga Mei 2026 tercatat mencapai 15.318,0 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan angka ini didominasi oleh kebakaran lahan gambut yang mencapai 14.162,6 hektare, sedangkan di lahan mineral tercatat sebesar 1.155,4 hektare.

"Ini data luasan karhutla periode Januari-Mei hasil analisa citra satelit kerja sama Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional," katanya dikutip dari Antara, Rabu (17/6/2026).

Di Kabupaten Bengkalis total lahan terbakar seluas 8.237,0 hektare dengan 219,4 hektare mineral dan 8.017,6 hektare gambut.

Daerah dengan luasan terbesar kedua tercatat di Kabupaten Pelalawan seluas 4.538,8 hektare terdiri atas 210,3 hektare mineral dan 4.328,4 hektare gambut.

Berikutnya, kebakaran lahan yang cukup luas juga melanda Kabupaten Indragiri Hilir seluas 947,2 hektare. Jenis lahannya cukup merata dengan 423,5 hektare mineral dan 523,7 hektare gambut.

"Kemudian di Kota Dumai lahan terbakar seluas 600,9 hektare dengan 528,3 hektare di antaranya adalah gambut," ungkapnya.

Jika melihat rekam jejak historis pada periode Januari–Mei dari tahun ke tahun, fluktuasi luas kebakaran di Riau tahun 2026 meningkat dibanding 2025. Pada tahun lalu sepanjang Januari-Mei luas karhutla di Riau 751,1 hektare.

Luasan tahun 2026 juga menjadi yang terbesar sejak 2019 yang terbakar 27.724 hektare pada periode yang sama. Pada tahun 2021 luasnya 6.471,5 hektare, 2022 (2.325,9 hektare), 2023 (1.860,5 hektare), 2024 (3.942,7 hektare).

Ferdian menyampaikan tim Manggala Agni bersama seluruh unsur Satuan Tugas Karhutla terus bersiaga penuh di lapangan untuk melakukan pemadaman dini dan sekat bakar.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar demi menekan potensi perluasan titik api.

"Upaya-upaya pencegahan karhutla terus dilaksanakan melalui patroli-patroli baik dari darat maupun udara untuk mempercepat respons apabila terdeteksi adanya kebakaran ataupun masih sebagai titik panas dengan mengedepankan sosialisasi dan deteksi kondisi lapangan di desa-desa rawan karhutla," ujarnya.

Load More