- Tim gabungan Ditjenpas Riau dan kepolisian memburu narapidana narkoba Ibnu Satya hingga ke Jakarta pada Senin, 27 Juli 2026.
- Petugas pengawalan yang diduga lalai telah ditarik dan diperiksa terkait tawaran uang suap tanpa penerimaan nyata.
- Ditjenpas Riau melakukan evaluasi internal menyeluruh dan memperkuat koordinasi kepolisian demi mempercepat penangkapan kembali napi tersebut.
SuaraRiau.id - Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau, Rudy Fernando Sianturi, angkat bicara terkait kaburnya narapidana (napi) kasus narkoba dari Lapas Pekanbaru, Ibnu Satya Darma.
Rudy mengungkapkan, saat ini tim gabungan masih terus melakukan pengejaran terhadap napi kabur dan bahkan telah bergerak hingga ke luar Provinsi Riau.
"Pencarian dibantu tim kepolisian dan saat ini sudah masuk ke Jakarta," ujar Rudy saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa keberadaan Ibnu Satya diduga telah berpindah lokasi dari Riau. Meski begitu, pihaknya belum merinci titik pasti keberadaan narapidana tersebut.
"Tim masih terus mengejar, mudah-mudahan segera ada titik terang," tambahnya.
Di tengah upaya pengejaran, Ditjenpas Riau juga melakukan evaluasi internal terkait insiden tersebut.
Rudy menegaskan, petugas yang bertanggung jawab dalam pengawalan telah ditarik dari jabatannya untuk menjalani pemeriksaan.
"Petugas pengawalan sudah kami tarik. Untuk sanksi masih menunggu keputusan dari pusat, apakah berupa pemberhentian atau bentuk hukuman lainnya," jelasnya.
Ia juga tidak menampik adanya dugaan kelalaian dalam proses pengawalan yang berujung pada kaburnya narapidana tersebut.
Laporan resmi, kata dia, telah disampaikan ke Direktorat Jenderal Pemasyarakatan sebagai dasar pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, Ditjenpas Riau terus memperkuat koordinasi dengan pihak kepolisian guna mempercepat penangkapan kembali Ibnu Satya.
"Kami fokus pada pengejaran. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar yang bersangkutan segera diamankan," tutur Rudy.
Kasus kaburnya Ibnu Satya menjadi sorotan serius, terlebih muncul dugaan adanya unsur kelalaian petugas.
Ditjenpas Riau memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Terkait dugaan adanya iming-iming uang sebesar Rp30 juta, Rudy menyebut tiga petugas yang diperiksa mengakui sempat ditawari, namun menegaskan belum ada penerimaan uang tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Napi Pekanbaru Kabur Dikejar ke Jakarta, Isu Iming-imingi Petugas Rp30 Juta Mencuat
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Kemunculan Harimau Bikin Panik, Sekolah di Pulau Burung Inhil Diliburkan
-
Sempat Ditangkap, Bandar Narkoba di Siak Kabur dengan Tangan Diborgol