Eko Faizin
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:05 WIB
Ilustrasi narapidana kabur. [Shutterstocks]
Baca 10 detik
  • Narapidana narkotika Ibnu Satya Darma kabur saat berobat di RS PMC Pekanbaru pada Rabu (22/7/2026).
  • Tim gabungan Kanwil Ditjenpas Riau bersama Polresta Pekanbaru saat ini masih melakukan pengejaran intensif.
  • Kanwil Ditjenpas Riau menarik dan memeriksa tiga petugas pengawal untuk menyelidiki dugaan unsur kelalaian.

SuaraRiau.id - Keberadaan narapidana (napi) Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Ibnu Satya Darma hingga kini masih misterius setelah kabur saat menjalani pengobatan di Rumah Sakit PMC Pekanbaru, Rabu (22/7/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, napi Lapas Pekanbaru tersebut diduga sempat menuju rumah pribadinya sebelum akhirnya menghilang.

Saat ini, pengejaran intensif melibatkan tim gabungan dari Kanwil Ditjenpas Riau dan kepolisian.

Humas Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Jopri Sinaga kepada Suara.com membenarkan bahwa hingga saat ini proses pencarian masih berlangsung.

"Masih dalam pengejaran, saat ini pencarian dibantu tim dari Polresta Pekanbaru," ujarnya.

Sebelumnya, diberitakan juga bahwa Ibnu merupakan narapidana kasus narkotika yang telah divonis 10 tahun penjara.

Saat melarikan diri, ia telah menjalani masa hukuman sekitar 7,5 tahun.

"Ia kabur pada Rabu (22/7/2026) saat menunggu pengambilan obat di apotek rumah sakit," kata Jopri.

Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, Rudi F Sianturi, mengatakan usai mendapat laporan napi melarikan diri pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan menarik petugas pengawal untuk diperiksa.

"Petugas pengawalnya sudah kami tarik ke Kanwil untuk pemeriksaan. Kami juga terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengejaran," ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Ia menegaskan, tim Kanwil Ditjenpas Riau bersama aparat kepolisian masih terus memburu napi kabur tersebut.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika mengetahui keberadaan yang bersangkutan.

Berdasarkan keterangan resmi, Ibnu sebelumnya menjalani pengobatan rutin karena mengidap penyakit dalam yang memerlukan kontrol berkala.

Namun, saat proses pengobatan berlangsung, ia diduga memanfaatkan situasi untuk melarikan diri.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Ibnu sempat diduga menuju rumah pribadinya sebelum akhirnya menghilang tanpa jejak.

Load More