- Narapidana Ibnu Satya Darma kabur dari RS PMC Pekanbaru pada 22 Juli 2026 saat menunggu antrean obat.
- Ia diduga menjadi pemilik sekaligus pengendali penyelundupan 2,2 kilogram sabu yang dibawa kurir AR di Bandara SSK II Pekanbaru.
- Aparat gabungan masih memburu narapidana tersebut, sementara petugas pengawal yang lalai menjalani pemeriksaan internal oleh Ditjenpas Riau.
SuaraRiau.id - Narapidana (napi) Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Ibnu Satya Darma hingga kini belum ditangkap usai kabur saat menunggu antrean obat di apotek.
Ternyata, napi kabur tersebut diduga ada hubungannya dengan kasus penyelundupan sabu yang terungkap di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru pada Rabu (22/7/2026).
Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Riau, Kompol Ade Zaldi mengatakan modus yang digunakan tergolong rapi, namun berhasil diungkap berkat kejelian petugas.
"Pengakuan tersangka mengarah pada satu nama, yakni napi yang kini telah kabur. Ia diduga menjadi pengendali sekaligus pemilik barang," ungkapnya.
Diketahui, petugas Aviation Security (Avsec) mengamankan seorang pria berinisial AR dengan barang bukti sabu seberat sekitar 2,2 kilogram.
Ibnu Satya Darma itulah yang ternyata disebut mengendalikan jaringan peredaran sabu melalui AR dari dalam penjara. Ibnu hingga kini masih bebas tak tahu di mana rimbanya.
Dari hasil interogasi, AR mengaku hanya berperan sebagai kurir dan bekerja atas perintah Ibnu Satya Darma, narapidana yang saat itu masih menjalani hukuman di Lapas Gobah Pekanbaru.
Penangkapan bermula dari kecurigaan petugas Avsec terhadap gerak-gerik AR saat menjalani pemeriksaan di bandara.
Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan dua paket sabu yang disembunyikan di bagian sensitif tubuh tersangka dengan balutan lakban.
Tak hanya itu, polisi juga menemukan dua paket sabu tambahan di area bandara serta barang bukti lain dari kamar hotel yang ditempati AR, seperti timbangan digital dan ponsel yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dalam jaringan tersebut.
Selain AR, polisi turut mengamankan tersangka lain berinisial R yang berperan sebagai perantara. Ia mengaku dijanjikan upah sebesar Rp20 juta untuk mengantarkan sabu tersebut hingga ke Jakarta.
Sebelumnya, Ibnu Satya Darma merupakan narapidana kasus narkoba yang telah divonis 10 tahun penjara dan sudah menjalani masa hukuman sekitar tujuh tahun enam bulan.
Ia melarikan diri pada hari yang sama dengan pengungkapan kasus di bandara, yakni Rabu (22/7/2026), saat menjalani pengobatan di Rumah Sakit PMC Pekanbaru.
Humas Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Jopri Sinaga, membenarkan bahwa hingga kini pihaknya bersama kepolisian masih melakukan pengejaran intensif.
"Masih dalam pengejaran, pencarian dibantu tim dari Polresta Pekanbaru," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung
-
Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat
-
Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla
-
Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile
-
Sambut Sumpah Pemuda, BRI Tebar Promo Spesial untuk Nasabah