- Tim Avsec Bandara SSK II Pekanbaru menggagalkan penyelundupan dua kilogram sabu lewat pemeriksaan koper bagasi X-Ray.
- Pemilik koper berinisial AS yang hendak terbang ke Jakarta berhasil diamankan bersama barang bukti di bandara.
- Tersangka dan barang bukti dibawa ke Mapolda Riau untuk proses penyidikan serta pengembangan jaringan lebih lanjut.
SuaraRiau.id - Upaya penyelundupan narkoba jenis sabu 2 kilogram berhasil digagalkan tim gabungan petugas Avsec Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.
Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Putu Yudha Prawira pengungkapan bermula saat petugas Avsec Bandara Pekanbaru melakukan pemeriksaan bagasi menggunakan mesin X-Ray.
"Dari hasil penggeledahan ditemukan 14 bungkus yang diduga berisi narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam lipatan celana jeans," katanya.
Secara keseluruhan barang bukti yang disita berjumlah 14 paket sabu yang disembunyikan di dalam sebuah koper berhasil terdeteksi melalui mesin X-Ray sebelum sempat dibawa terbang menuju Jakarta.
Putu menyampaikan saat itu petugas Avsec sedang melakukan pengawasan barang di bagian cargo bandara. Kemudian, mencurigai isi sebuah koper berwarna biru.
Memastikan isi di dalamnya, petugas lalu mengamankan koper tersebut dan mencari siapa pemiliknya.
Setelah dilakukan penelusuran, akhirnya AS sebagai pemilik koper ditemukan sedang menunggu jadwal keberangkatan di ruang tunggu bandara.
Petugas Avsec selanjutnya berkoordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Riau untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap koper tersebut.
Pemilik koper, AS kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Dari keterangan awal, tersangka mengaku membawa sabu tersebut dari Bireuen, Provinsi Aceh, dengan tujuan Jakarta.
Saat ini, tersangka bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolda Riau untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita barang bukti berupa 14 bungkus diduga sabu dengan berat sekitar dua kilogram, satu koper berwarna biru, serta dua unit telepon seluler.
Kombes Putu menegaskan penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut untuk membongkar jaringan peredaran narkotika yang diduga berada di balik pengiriman sabu melalui jalur penerbangan.
"Kami masih melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan di atasnya, menelusuri aliran dana, serta menerapkan penyidikan tindak pidana pencucian uang apabila ditemukan alat bukti yang cukup," tegasnya.
Sebagai bentuk langkah pencegahan, polisi mengajak seluruh masyarakat berperan aktif membantu pemberantasan narkotika dengan melaporkan kepada pihak berwajib apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba di lingkungan sekitarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang
-
Jadi Korban Teman Sendiri, 2 Warga Pekanbaru Diteror Tagihan Pinjol Puluhan Juta
-
Ketua Ormas PP Siak Jadi Tersangka Kecelakaan Maut, Polisi Terbitkan Surat Penahanan
-
Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang
-
Syamsuar Berduka atas Kepergian Arwin AS: Dia Guru dan Mentor Terbaik