- Seorang anak berusia 12 tahun tewas diduga diterkam harimau di area camp pekerja Kabupaten Pelalawan pada pagi hari.
- Hasil investigasi BBKSDA Riau menemukan jejak kaki harimau serta memastikan satwa tersebut masih berada di sekitar lokasi kejadian.
- BBKSDA Riau memasang kamera jebak dan mengimbau pekerja agar meningkatkan kewaspadaan serta memperbaiki sistem keamanan lingkungan camp tersebut.
SuaraRiau.id - Nasib tragis menimpa seorang anak bernama Jerlin Zalukhu (12) yang tewas usai diduga diterkam harimau di wilayah hutan tanaman industri (HTI) Kabupaten Pelalawan.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono mengatakan pihaknya bergerak cepat guna memastikan kronologi kejadian sekaligus mengantisipasi potensi ancaman lanjutan.
"Begitu menerima laporan, kami langsung menurunkan tim untuk melakukan pemantauan, pengumpulan data, serta olah tempat kejadian perkara (TKP)," ujar Supartono.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.
Saat itu, korban yang merupakan anak ketiga dari 5 bersaudara sedang berada di lingkungan camp pekerja bersama keluarganya.
Korban diketahui tengah menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp. Namun, saat berada di luar kamar mandi, situasi mendadak berubah mencekam.
Diduga, harimau sumatera masuk ke area camp melalui bagian belakang pagar yang dalam kondisi rusak dan terbuka. Celah tersebut disinyalir menjadi akses masuk predator ke kawasan aktivitas manusia.
"Korban ditemukan sekitar 10 meter dari belakang camp dengan luka di bagian leher kiri dan kanan. Kondisi pagar yang terbuka diduga menjadi celah masuk satwa," jelas Supartono.
Lokasi kejadian sendiri berada di area yang berdekatan dengan habitat alami satwa liar.
Berdasarkan pengukuran, titik serangan berjarak sekitar 5,3 kilometer dari Taman Nasional Zamrud dan 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER).
Secara administratif, wilayah tersebut masuk dalam Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan.
Dalam proses investigasi, BBKSDA juga menemukan jejak kaki yang diduga milik harimau di sekitar lokasi. Jejak memiliki ukuran panjang sekitar 16 sentimeter dan lebar 15 sentimeter, dengan jarak langkah mencapai 120 sentimeter.
"Temuan jejak ini menguatkan indikasi bahwa harimau sumatera memang berada di sekitar lokasi kejadian," ungkapnya.
Untuk memastikan keberadaan dan pergerakan satwa, petugas langsung memasang kamera jebak (camera trap) di sejumlah titik strategis. Selain itu, patroli malam juga dilakukan dengan memanfaatkan drone thermal.
Hingga pukul 18.00 WIB, laporan kemunculan harimau di sekitar camp masih terus diterima. Hasil pemantauan menggunakan drone thermal pun menunjukkan bahwa satwa tersebut masih berada di area sekitar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Di Sofifi Maluku Utara, BRI Bawa Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI untuk UMKM dan Desa BRILiaN
-
Kabut Asap Karhutla, Kemenag Riau Keluarkan Aturan Jam Belajar Sekolah
-
Sekolah di Indragiri Hulu Diliburkan Akibat Asap Karhutla, Siswa Belajar Daring
-
Unri Tetapkan Kuliah Online Imbas Kabut Asap Karhutla di Pekanbaru
-
Kualitas Udara Pelalawan, Pekanbaru hingga Siak di Level Tidak Sehat