- Polisi menangkap Jodi Alfanidi karena merampok uang Rp76 juta dan menusuk kasir di Kabupaten Pelalawan, Rabu (17/6/2026).
- Tersangka nekat melakukan aksi perampokan terencana di kantor PT MPT tersebut guna melunasi utang pinjaman online yang besar.
- Korban selamat meskipun menderita luka serius akibat 27 tusukan senjata tajam setelah diserang pelaku di tempat kerjanya.
SuaraRiau.id - Misteri pelaku perampokan berdarah terhadap kasir perusahaan suplier kelapa sawit di Kabupaten Pelalawan ternyata telah terpecahkan.
Polisi berhasil menangkap pelaku yang diketahui bernama Jodi Alfanidi (27), warga Kelurahan Kerinci Kiri, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak.
Jodi diduga sebagai pelaku perampokan sadis yang tidak hanya menggondol uang perusahaan sebesar Rp76 juta, tetapi juga menikam korban hingga 27 kali tusukan.
Kasatreskrim Polres Pelalawan, AKP Bayu Ramadhan Effendi menjelaskan pelaku diamankan saat melintas di depan Mapolsek Bandar Sei Kijang.
Namun saat hendak ditangkap, Jodi justru berusaha melarikan diri dengan menabrak petugas. Situasi tersebut memaksa polisi menghadiahi timah panas.
"Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan tersebut. Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa kendaraan, pakaian, jaket, serta uang tunai lebih dari Rp36 juta," ujar Bayu.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkap motif perampokan itu dilatarbelakangi masalah ekonomi. Jodi diketahui terlilit utang pinjaman online (pinjol) dalam jumlah besar.
Desakan utang membuatnya nekat mengincar uang perusahaan yang berada di tempat korban bekerja.
"Motifnya ekonomi. Pelaku memiliki banyak utang pinjaman online. Setelah berhasil membawa uang hasil kejahatan, dia sempat pergi ke Pekanbaru untuk berbelanja pakaian dan kebutuhan lainnya," jelas Bayu.
Polisi juga menemukan fakta bahwa aksi tersebut telah direncanakan sebelumnya.
Berdasarkan rekaman kamera pengawas (CCTV), pelaku beberapa kali terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum menjalankan aksinya.
Jodi disebut dua kali melakukan pemantauan untuk memastikan situasi dalam keadaan aman dan sepi.
"Pelaku bolak-balik memantau lokasi. Setelah melihat tidak ada orang di sekitar, dia masuk dan beraksi. Pelaku juga sudah mengetahui bahwa di lokasi tersebut sering tersimpan uang tunai karena sebelumnya pernah menjual sawit ke sana," ungkap Bayu.
Peristiwa berdarah itu ternyata terjadi pada Rabu (17/6/2026) di kantor PT Malika Putri Tunggal (MPT), perusahaan suplier kelapa sawit yang berada di wilayah Bandar Sei Kijang.
Korban yang merupakan kasir perusahaan mengalami luka serius akibat 27 tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
-
Jokowi Bantah Roy Suryo di Sidang: Di Skripsi Saya Tak Ada Tulisan 'Tesis'
-
Lirikan Mata Jokowi ke Roy Suryo di Ruang Sidang Ijazah Palsu
-
Hakim Periksa KTP Jokowi, Pekerjaannya Berbeda dengan yang Diucapkan
-
Jokowi Datang ke PN Jaktim, Ditemani Kahiyang dan Kaesang
Terkini
-
Ratusan iPhone Berbagai Tipe dari Batam Diamankan di Perairan Tembilahan
-
Dari Tiket Hingga Akomodasi, Nikmati Beragam Penawaran Perjalanan Menarik
-
Kasus ISPA akibat Karhutla Tembus 401 Ribu, Riau Sempat Catat 23 Kasus Sehari
-
Polda Riau Didesak Usut Dugaan Herri Pras Lecehkan UAS dan Ustaz Adi Hidayat
-
KPK Soroti 8 Area Rawan Korupsi di Siak, Bupati Afni Diberi Waktu Tiga Bulan