- Delegasi jurnalis Sumatera mengunjungi Tembok Besar China di kawasan Badaling pada Sabtu, 27 Juni 2026 waktu setempat.
- Tembok Besar berfungsi sebagai benteng pertahanan historis untuk melindungi kedaulatan bangsa dan menjaga perdamaian negara.
- Bangunan ini merupakan simbol ketangguhan peradaban Tiongkok yang pembangunannya dimulai sejak masa Dinasti Qin hingga Ming.
Jika kita ingin benar-benar memahami Tiongkok, maka melihat Tembok Besar adalah sesuatu yang wajib dilakukan.
Tembok ini bukan sekadar bangunan panjang biasa, melainkan simbol peradaban Tiongkok kuno dan juga mencerminkan ketangguhan serta semangat juang bangsa China.
Tembok Besar dibangun bukan untuk ekspansi atau penaklukan, melainkan untuk melindungi rakyat dan menjaga perdamaian. Ini adalah benteng pertahanan diri terbesar dan tertua di planet ini.
Sejarah pembangunan Tembok Besar terbagi dalam tiga tahap besar. Yang pertama dimulai pada Dinasti Qin, di bawah pemerintahan Kaisar Qin Shihuang.
Kemudian dilanjutkan pada Dinasti Han, dan yang terakhir serta paling terkenal adalah pada Dinasti Ming sekitar abad ke-16, ketika Beijing menjadi ibu kota China.
Sebagian besar Tembok Besar yang kita lihat sekarang adalah peninggalan dari Dinasti Ming, karena pada masa itulah teknologi konstruksi sudah sangat maju dan banyak tenaga kerja dikerahkan untuk membangun tembok dengan kualitas terbaik.
Dinasti Qin sendiri merupakan dinasti yang sangat penting dalam sejarah China karena pada masa itulah untuk pertama kalinya China benar-benar bersatu sebagai satu negara.
Sebelum Dinasti Qin, belum ada konsep tentang China sebagai satu kesatuan bangsa.
Kaisar Qin Shihuang berhasil menyatukan berbagai wilayah dan suku, sehingga lahirlah kesadaran bersama bahwa kita semua adalah orang China.
Karena itulah, ia memutuskan untuk membangun tembok di perbatasan utara sebagai upaya mempertahankan persatuan dan mencegah negara terpecah lagi.
Namun, pembangunan Tembok Besar juga menyimpan cerita kelam. Banyak rakyat yang dipaksa bekerja keras dan kehilangan nyawa dalam proyek raksasa ini.
Di China, orang sering berkata bahwa Tembok Besar adalah kuburan terpanjang di dunia, karena sekitar sepersepuluh dari total populasi pada masa itu terlibat dalam pembangunan berbagai proyek besar, termasuk Tembok Besar, Tentara Terakota, kanal, dan istana.
Meskipun demikian, Kaisar Qin Shihuang dianggap sebagai salah satu kaisar terbesar dalam sejarah karena tidak hanya menyatukan China, tetapi juga menstandarkan mata uang, tulisan, ukuran, dan membangun sistem pemerintahan yang masih dipakai hingga ribuan tahun kemudian.
Tembok Besar dari Dinasti Ming memiliki kualitas terbaik karena menggunakan batu bata bakar dan batu besar yang diangkut secara manual ke puncak gunung.
Berbeda dengan tembok dari Dinasti Qin dan Han yang sebagian besar hanya terbuat dari tanah, tembok Ming jauh lebih kokoh dan tahan lama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Kapal Tenggelam di Perairan Rupat, 3 Pekerja Migran Masih Hilang
-
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Pekanbaru Cerah Berawan Hari Ini, Padang Hujan Intensitas Ringan
-
Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai
-
47 Warga Meninggal, Ratusan Rumah Rusak Parah Akibat Gempa di NTT