- Rombongan jurnalis Indonesia bertemu Xiang Fangqiang di Beijing pada Kamis, 25 Juni 2026, untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara.
- Hubungan Indonesia dan Tiongkok kini mencapai tingkat tertinggi melalui kemitraan strategis dalam lima pilar kerja sama pembangunan.
- Tiongkok berkomitmen meningkatkan keterbukaan melalui kemudahan visa dan penyelarasan visi pembangunan ekonomi jangka panjang bersama pihak Indonesia.
SuaraRiau.id - Rombongan jurnalis Indonesia, termasuk Suarariau.id melakukan pertemuan silaturahmi dengan Kepala Divisi Urusan Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Xiang Fangqiang di Beijing, Kamis (25/6/2026).
Acara yang digelar sebagai langkah mempererat hubungan antarnegara dan memberikan pemahaman langsung mengenai kebijakan luar negeri Tiongkok, khususnya terhadap Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Xiang menjelaskan keterbukaan Tiongkok terhadap jurnalis dan tokoh agama kini jauh lebih baik dibandingkan satu dekade lalu. Hal ini mencerminkan komitmen Tiongkok terhadap dunia luar.
"Tiongkok adalah negara yang besar, bagaikan buku yang tidak akan selesai kita baca. Untuk memahaminya, kita harus melihat langsung di lapangan," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Xiang mengajak awak media Indonesia untuk tidak hanya mengunjungi Beijing, tetapi juga menjelajahi kota-kota lain seperti Hangzhou dan Shenzhen yang merupakan pusat inovasi teknologi.
Dia berharap, media berperan sebagai jembatan pemahaman antara masyarakat kedua negara, serta turut menyebarkan informasi yang seimbang dan objektif mengenai perkembangan Tiongkok.
Terkait respons isu Muslim dan stigma Barat, Xiang menegaskan bahwa Tiongkok telah menjalin kerja sama baik dengan organisasi Islam terbesar di Indonesia, seperti NU dan Muhammadiyah, dan rutin mengundang perwakilan ulama untuk berkunjung.
"Setelah berkunjung langsung ke Xinjiang, banyak tamu Muslim Indonesia yang mengaku kagum. Kenyataannya sama sekali tidak seperti apa yang digambarkan media Barat. Itu semua adalah stigmatisasi," ungkapnya.
Xiang membeberkan jika hubungan Tiongkok-Indonesia juga saat ini berada pada tingkat tertinggi sepanjang sejarah.
Hal itu tercermin dari intensitas kunjungan kenegaraan, di mana Presiden Prabowo Subianto telah berkunjung ke China sebanyak tiga kali dalam dua tahun terakhir.
"Kedua pemimpin memiliki hubungan pribadi yang sangat erat dan kepercayaan yang tinggi. Kami telah mencapai konsensus untuk membangun komunitas Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama," ujar Xiang.
Hubungan bilateral dibangun di atas 5 pilar kerja sama: politik, ekonomi, sosial budaya, keamanan, dan maritim. Kelima pilar ini menjadi fondasi kokoh bagi kemitraan strategis yang terus berkembang.
Dari sisi ekonomi, Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama 13 tahun berturut-turut.
Tiongkok juga menjadi investor asing terbesar bagi Indonesia, dengan investasi yang tidak hanya terpusat di Jawa, tetapi juga mulai merambah kawasan luar Jawa, termasuk potensi besar di Medan dan Sumatera.
Selama sesi diskusi, perwakilan wartawan dari Sumatera Barat menyampaikan pengalamannya saat berkunjung ke Tiongkok sepuluh tahun lalu, dan menyatakan bahwa kebijakan visa Tiongkok saat ini bagi kalangan media dan tokoh agama dinilai lebih ramah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Pemprov Riau Percepat Puluhan Izin Wilayah Pertambangan Rakyat di Kuansing
-
Setelah UAS, Ahli Psikologi Forensik Jadi Saksi Abdul Wahid: Mens Rea Tak Utuh
-
Assalamualaikum Masjid Dongsi Beijing, Saksi Sejarah Peradaban Islam di Tiongkok
-
Blunder SF Hariyanto Sebut MBG Bikin PAD Rendah, Mengapa Tak Dikritik Gerindra?
-
Tiga Pejabat di Siak Jadi Tersangka Pemerasan Tender Proyek