Eko Faizin
Selasa, 30 Juni 2026 | 21:22 WIB
Bupati Kuansing, Suhardiman Amby. [Instagram]
Baca 10 detik
  • KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby pada Senin, 29 Juni 2026.
  • Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain kini buron sehingga KPK berkoordinasi dengan Polda Riau untuk pencarian.
  • Sepuluh orang telah diamankan KPK di Kuansing dan Jakarta, lima di antaranya sedang menjalani pemeriksaan intensif.

SuaraRiau.id - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby terseret kasus operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (29/6/2026).

Namun, Suhardiman Amby bersama Sekda Kuansing Zulkarnain tidak diketahui keberadaannya hingga kini. KPK masih berupaya mencari keberadaan keduanya dengan melibatkan Polda Riau.

"Dalam hal ini, KPK juga secara intens berkoordinasi dengan jajaran Polda Riau untuk melakukan pencarian kepada yang bersangkutan," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dikutip dari Antara, Selasa (30/6/2026).

KPK meminta Suhardiman Amby dan Zulkarnain untuk menyerahkan diri. Sementara, lembaga antirasuah itu telah mengamankan 10 orang di Kuansing dan Jakarta.

Dari 10 orang yang diamankan, lima orang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Keberadaan Suhardiman Amby pun masih misteri hingga KPK berupaya memburunya. Lantas siapakah dia?

Profil Suhardiman Amby

Suhardiman Amby merupakan Bupati Kuansing yang bersama wakilnya Mukhlisin memimpin negeri pacu jalur tersebut untuk periode 2025-2030.

Politisi Partai Gerindra tersebut lahir di Pulau Panjang Hilir, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuansing, pada 16 Juli 1969.

Suhardiman menempuh pendidikan S1 di Universitas Riau (Unri), kemudian melanjutkan studi magister di Universitas Lancang Kuning (Unilak).

Pada tahun 2024, dia juga meraih gelar doktor dari Universitas Pasundan.

Selain aktif di dunia politik, Suhardiman dikenal memiliki pengalaman panjang sebagai aktivis organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Dia pernah memimpin DPC Partai Hanura Kuansing pada 2019-2020 sebelum akhirnya bergabung dengan Partai Gerindra pada 2023 dan dipercaya menjadi Ketua DPC Gerindra Kuansing.

Karier politiknya berkembang melalui jalur legislatif sebelum beralih ke pemerintahan daerah. Ia dua kali terpilih sebagai anggota DPRD Riau, masing-masing untuk periode 2004–2009 dan 2014–2019.

Pada 20 Oktober 2021, Suhardiman ditunjuk sebagai Plt Bupati Kuansing untuk menjalankan roda pemerintahan di wilayahnya.

Load More