- Jurnalis Suarariau.id mengunjungi Masjid Dongsi di Distrik Dongcheng, Beijing, pada Jumat (26/6/2026) untuk meninjau sejarah Islam.
- Masjid bersejarah yang didirikan tahun 1346 ini memiliki arsitektur tradisional Tiongkok serta menyimpan berbagai artefak penting Dinasti Yuan.
- Hingga kini, masjid tersebut tetap aktif berfungsi sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan bagi komunitas Muslim di Beijing.
Suarariau.id sempat menyapa umat Islam dari Inggris, Malaysia, Bangladesh termasuk Indonesia. Secara khusus, mereka ke masjid tersebut untuk mengikuti Salat Jumat.
Diketahui, berdasarkan catatan resmi pemerintah Beijing, masjid ini pertama kali didirikan pada tahun 1346 pada masa Dinasti Yuan.
Hingga kini, masjid tersebut masih menjadi pusat ibadah sekaligus pusat aktivitas keagamaan umat Islam di Beijing.
Pada tahun 1447, masjid tersebut dibangun kembali dengan dukungan pejabat Muslim pada masa Dinasti Ming dan kemudian memperoleh plakat bertuliskan "Qingzhensi" (Masjid) yang dianugerahkan oleh Kaisar Ming Daizong.
Karena memiliki hubungan erat dengan pemerintah kekaisaran pada masa itu, Masjid Dongsi juga dikenal sebagai salah satu "masjid resmi" yang penting di Beijing.
Selama lebih dari enam abad, Masjid Dongsi telah menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan Islam, dan kehidupan sosial masyarakat Muslim di Beijing.
Masjid ini tidak hanya melayani kebutuhan ibadah umat Islam setempat, tetapi juga menjadi saksi sejarah perkembangan komunitas Muslim di ibu kota Tiongkok.
Masjid tersebut masih aktif digunakan untuk salat berjamaah, pengajian, serta berbagai kegiatan keagamaan dan kebudayaan.
Dari segi arsitektur, Masjid Dongsi mencerminkan perpaduan harmonis antara budaya Tiongkok dan peradaban Islam.
Kompleks masjid dibangun mengikuti tata letak tradisional arsitektur Tiongkok berupa siheyuan dengan bangunan utama tersusun secara simetris di sepanjang sumbu tengah.
Aula salat utama mengadopsi gaya bangunan istana tradisional Tiongkok dengan atap bertingkat, balok kayu berukir, dan ornamen dekoratif khas.
Pada saat yang sama, berbagai kaligrafi Arab dan unsur seni Islam dapat ditemukan di dalam kompleks masjid, memperlihatkan proses integrasi budaya yang berlangsung selama berabad-abad.
Sebagai salah satu peninggalan penting sejarah Islam di Beijing, Masjid Dongsi memiliki nilai sejarah, budaya, dan keagamaan yang tinggi.
Masjid ini mencerminkan hubungan erat antara berbagai kelompok etnis dan agama dalam perjalanan sejarah Tiongkok serta menjadi contoh nyata keragaman budaya yang berkembang di ibu kota negara tersebut.
Pada tahun 1984, Masjid Dongsi ditetapkan sebagai Unit Perlindungan Peninggalan Budaya Tingkat Kota Beijing, sehingga berbagai bangunan bersejarah di dalam kompleksnya memperoleh perlindungan resmi dari pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Enam Lokasi Pasar Murah di Pekanbaru Periode Sepekan ke Depan
-
Brigjen Simson Resmi Jabat Wakapolda Riau: Ini Pertama Berdinas di Sumatera
-
Prakiraan Cuaca: Pekanbaru Diprediksi Hujan Ringan, Jambi Disertai Petir
-
Titik Karhutla Riau Diklaim Sudah Padam, Modifikasi Cuaca Terus Digempur
-
Indra Gunawan Dipanggil Badan Kehormatan DPRD Siak Terkait Dugaan Ijazah Palsu