Eko Faizin
Kamis, 25 Juni 2026 | 08:14 WIB
Pabrik Changan Automobile di Chongqing, China. [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • Rombongan media dari Medan mengunjungi Kantor Urusan Luar Negeri Chongqing pada 23 Juni 2026 untuk mendiskusikan berbagai kerja sama.
  • Kedua pihak menjajaki potensi kemitraan ekonomi, perdagangan, industri otomotif, serta pertukaran pendidikan antara Chongqing dengan berbagai instansi Indonesia.
  • Pemerintah Kota Chongqing memaparkan tata kelola kota, kebijakan lingkungan, dan mengharapkan media mempererat hubungan bilateral melalui pemberitaan yang objektif.

SuaraRiau.id - Rombongan media dari wilayah kerja Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan mengunjungi Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Kota Chongqing, pada Selasa (23/6/2026).

Pada kesempatan itu, jurnalis Indonesia mengadakan pertemuan serta diskusi dengan Inspektur Tingkat I Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Kota Chongqing, Zhang Yaqian.

Kedua pihak berdiskusi mengenai kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Chongqing dan Indonesia, pertukaran antar masyarakat, serta potensi kerja sama di masa depan.

Inspektur Tingkat I Kantor Urusan Luar Negeri Pemerintah Kota Chongqing, Zhang Yaqian foto bersama dengan jurnalis Indonesia di Tiongkok, Selasa (23/6/2026). [Ist]

Zhang Yaqian menjelaskan, Chongqing merupakan satu-satunya kota setingkat provinsi (kotamadya langsung di bawah pemerintah pusat) di wilayah barat dan tengah Tiongkok.

"Sekaligus basis penting industri manufaktur dan pusat keterbukaan ekonomi di wilayah pedalaman Tiongkok," jelasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Chongqing aktif berintegrasi ke dalam pembangunan Inisiatif Sabuk dan Jalur (Belt and Road Initiative) serta Kawasan Ekonomi Sungai Yangtze, terus memperluas keterbukaan ke luar negeri, dan menjalin hubungan ekonomi serta perdagangan yang semakin erat dengan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.

Dalam sambutannya, Zhang Yaqian memperkenalkan perkembangan ekonomi dan sosial Chongqing.

Ia menyebutkan bahwa Chongqing memiliki sistem industri yang lengkap, mencakup 39 dari 41 kategori besar industri menurut klasifikasi industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan keunggulan yang menonjol di bidang manufaktur otomotif, informasi elektronik, serta peralatan manufaktur. Dalam beberapa tahun terakhir, industri kendaraan energi baru di Chongqing berkembang pesat.

Perusahaan seperti Changan Automobile dan Seres terus meningkatkan investasi penelitian dan pengembangan serta ekspansi pasar di sektor kendaraan energi baru.

Saat disinggung kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Chongqing dan Indonesia, Zhang Yaqian mengatakan bahwa kedua pihak memiliki potensi kerja sama yang sangat besar.

Chongqing memiliki keunggulan teknologi di bidang manufaktur, sedangkan Indonesia kaya akan sumber daya pertanian.

Produk pertanian dari Indonesia seperti kopi dan minyak sawit sangat diminati di pasar Chongqing.

Selain itu, perusahaan seperti Changan Automobile dan Xiaokang Indonesia telah memasuki pasar Indonesia, yang menjadi fondasi bagi pendalaman kerja sama di sektor industri otomotif antara kedua pihak.

Menurut penjelasan yang disampaikan, Chongqing dan Indonesia telah membangun dasar kerja sama di berbagai bidang.

Kota Chongqing dan Jawa Barat Indonesia telah menjalin hubungan kota/provinsi persahabatan dan mempertahankan pertukaran yang erat di bidang ekonomi, perdagangan, serta kebudayaan.

Load More