- Jurnalis Suarariau.id mengunjungi Masjid Dongsi di Distrik Dongcheng, Beijing, pada Jumat (26/6/2026) untuk meninjau sejarah Islam.
- Masjid bersejarah yang didirikan tahun 1346 ini memiliki arsitektur tradisional Tiongkok serta menyimpan berbagai artefak penting Dinasti Yuan.
- Hingga kini, masjid tersebut tetap aktif berfungsi sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan bagi komunitas Muslim di Beijing.
SuaraRiau.id - Jurnalis Suarariau.id bersama rombongan berkesempatan mengunjungi Masjid Dongsi yang terletak di kawasan Distrik Dongcheng, pusat kota Beijing, Tiongkok pada Jumat (26/6/2026).
Masjid yang kami kunjungi ini merupakan salah satu bangunan ibadah Muslim tertua dan paling bersejarah di Beijing, Ibu Kota Republik Rakyat Tiongkok.
"Assalamualaikum," ucap ramah atau Imam Masjid (Ahung) Dongsi, Ali dan pengurus masjid lainnya sambil menyalami satu per satu rombongan dari Indonesia.
Tak lama berbincang, kami dipersilakan masuk ke kompleks masjid seluas 10.000 meter persegi itu.
Tempat ibadah yang berada di kawasan Dongcheng ini tampak berdiri indah dengan arsitektur khas Tiongkok. Bentuknya sekilas menyerupai kompleks istana kuno.
Warna khas Tiongkok dengan atap bertingkat, balok-balok kayu berukir, dan halaman berlapis khas siheyuan (halaman berlapis) menjadi pemandangan pertama yang menyita perhatian mata.
Namun, di balik arsitektur tradisional itu tersimpan jejak panjang perkembangan Islam di Negeri Tirai Bambu yang telah berlangsung hampir delapan abad.
Menurut Ali, tinggi masjid Dongsi sekitar 15 meter dengan kapasitas sekitar 500 orang. Ia juga menyebut ada 71 masjid di Kota Beijing yang memiliki bangunan tradisional.
"Sekitar 260 ribu jumlah umat Islam di Beijing," jelasnya.
Ali mengungkapkan bahwa Masjid Dongsi mendapat bantuan renovasi bangunan dari pemerintah Tiongkok. Sementara untuk operasional masjid dikelola yayasan.
Ahung menuturkan bahwa di Masjid Dongsi memiliki lima imam, sedangkan total imam masjid di Beijing ada sekitar 150 orang.
Ali lantas mengajak rombongan berkeliling sambil memperlihatkan berbagai koleksi bersejarah yang tersimpan di dalam kompleks masjid.
"Kami memiliki 528 batu ukir kaligrafi, perpustakaan dengan lebih dari 14 ribu buku, serta berbagai peralatan peninggalan Dinasti Yuan dan Dinasti Ming," terangnya.
Di antara koleksi paling berharga adalah sebuah Alquran tulisan tangan yang dibuat pada masa Dinasti Yuan yang usianya mencapai sekitar 800 tahun.
Selain ditunjukkan tentang bangunan dan koleksi sejarah, rombongan juga dipertemukan Muslim dari berbagai belahan dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Mendengar Langsung Tiongkok: Ungkap Keterbukaan, Tepis Stigma Dunia Barat
-
Pemprov Riau Percepat Puluhan Izin Wilayah Pertambangan Rakyat di Kuansing
-
Setelah UAS, Ahli Psikologi Forensik Jadi Saksi Abdul Wahid: Mens Rea Tak Utuh
-
Assalamualaikum Masjid Dongsi Beijing, Saksi Sejarah Peradaban Islam di Tiongkok
-
Blunder SF Hariyanto Sebut MBG Bikin PAD Rendah, Mengapa Tak Dikritik Gerindra?