- Tim media Sumatera menyaksikan pertunjukan drama sejarah perjuangan rakyat Chongqing tahun 1949 di Chongqing 1949 Grand Theatre, Tiongkok.
- Pementasan berdurasi 75 menit ini menyajikan teknologi panggung putar 360 derajat serta efek audio-visual 8D yang sangat imersif.
- Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan media Sumatera ke Tiongkok yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal pada Juni 2026.
SuaraRiau.id - Tim Media Sumatera berkesempatan menyaksikan langsung pertunjukan drama di Chongqing 1949 Grand Theatre, Republik Rakyat Tiongkok, Senin (22/6/2026) sore waktu setempat.
Penampilan drama kolosal modern tersebut mengisahkan gigihnya perjuangan rakyat Kota Chongqing di era tahun 1949.
Diceritakan pada saat itu, tahanan politik anggota Partai Komunis Tiongkok di penjara Zhazidong dan Baigongguan melawan rezim Kuomintang.
"Di sisi lain, bukan hanya sejarah dan nilai perjuangan. Melainkan teknologi yang digunakan dalam pertunjukan," jelas tokoh Tionghoa Sumatera Utara, Juswan Tjoe yang ikut dalam rombongan.
Benar saja, Suarariau.id merasakan suasana dramatis saat menyaksikan koreografi pemain, musik, percakapan hingga tata lampu menjadikan suasana dalam ruangan teater.
Pertunjukan ini dikemas secara megah menggunakan panggung dan kursi penonton yang dapat berputar 360 derajat. Sesekali beberapa adegan kursi bergeser yang pengunjung bisa melihat dari sudut secara bergantian.
Ratusan penonton anak hingga dewasa tampak terpukau dengan atraksi menghadirkan efek audio-visual 8D yang imersif berdurasi 75 menit tersebut.
Dari awal adegan dimulai, pergelaran musikal ini sudah membawa penonton seolah merasakan langsung ke jalanan Kota Chongqing pada tahun 1949.
Sesekali terdengar menggelegar suara yang menggambarkan dentuman ledakan bom, serangan senjata api hingga teriakan histeris pelakon.
Permainan tata cahaya, panggung yang berganti menyesuaikan alur memudahkan pengunjung memahami cerita.
Ada juga momen dimana para pemeran menggantung dengan tali pengaman melayang di atas penonton.
Percakapan dalam pementasan drama juga bisa dimengerti karena sejumlah pengunjung diberi alat penerjemah Bahasa Indonesia.
Sementara Teater Chongqing 1949 memiliki kapasitas tempat duduk sebanyak 1.500 penonton.
Bangunan seluas 25.000 meter persegi di kawasan Ciqikou ini menjadi salah satu teater dalam ruangan tunggal terbesar di dunia.
Diketahui, Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan mengajak belasan media wilayah Sumatera mengunjungi China, 21-28 Juni 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Anggaran Riau Terbatas, SF Hariyanto Ogah Bebani Rakyat dengan Pajak Baru
-
Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera
-
AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship
-
Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik
-
Kronologi Pemotor Tewas usai Terpental di Jalan Sudirman Pekanbaru