Eko Faizin
Selasa, 23 Juni 2026 | 07:05 WIB
Pertunjukan drama kolosal Chongqing 1949 di Chongqing 1949 Grand Theatre, Republik Rakyat Tiongkok, Senin (22/6/2026). [Suara.com/Eko Faizin]
Baca 10 detik
  • Tim media Sumatera menyaksikan pertunjukan drama sejarah perjuangan rakyat Chongqing tahun 1949 di Chongqing 1949 Grand Theatre, Tiongkok.
  • Pementasan berdurasi 75 menit ini menyajikan teknologi panggung putar 360 derajat serta efek audio-visual 8D yang sangat imersif.
  • Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian lawatan media Sumatera ke Tiongkok yang difasilitasi oleh Konsulat Jenderal pada Juni 2026.

SuaraRiau.id - Tim Media Sumatera berkesempatan menyaksikan langsung pertunjukan drama di Chongqing 1949 Grand Theatre, Republik Rakyat Tiongkok, Senin (22/6/2026) sore waktu setempat. 

Penampilan drama kolosal modern tersebut mengisahkan gigihnya perjuangan rakyat Kota Chongqing di era tahun 1949. 

Diceritakan pada saat itu, tahanan politik anggota Partai Komunis Tiongkok di penjara Zhazidong dan Baigongguan melawan rezim Kuomintang. 

Pertunjukan drama kolosal Chongqing 1949 di Chongqing 1949 Grand Theatre, Republik Rakyat Tiongkok, Senin (22/6/2026). [Suara.com/Eko Faizin]

"Di sisi lain, bukan hanya sejarah dan nilai perjuangan. Melainkan teknologi yang digunakan dalam pertunjukan," jelas tokoh Tionghoa Sumatera Utara, Juswan Tjoe yang ikut dalam rombongan. 

Benar saja, Suarariau.id merasakan suasana dramatis saat menyaksikan koreografi pemain, musik, percakapan hingga tata lampu menjadikan suasana dalam ruangan teater.

Pertunjukan ini dikemas secara megah menggunakan panggung dan kursi penonton yang dapat berputar 360 derajat. Sesekali beberapa adegan kursi bergeser yang pengunjung bisa melihat dari sudut secara bergantian.

Ratusan penonton anak hingga dewasa tampak terpukau dengan atraksi menghadirkan efek audio-visual 8D yang imersif berdurasi 75 menit tersebut. 

Dari awal adegan dimulai, pergelaran musikal ini sudah membawa penonton seolah merasakan langsung ke jalanan Kota Chongqing pada tahun 1949. 

Sesekali terdengar menggelegar suara yang menggambarkan dentuman ledakan bom, serangan senjata api hingga teriakan histeris pelakon. 

Permainan tata cahaya, panggung yang berganti menyesuaikan alur memudahkan pengunjung memahami cerita. 

Ada juga momen dimana para pemeran menggantung dengan tali pengaman melayang di atas penonton. 

Percakapan dalam pementasan drama juga bisa dimengerti karena sejumlah pengunjung diberi alat penerjemah Bahasa Indonesia. 

Sementara Teater Chongqing 1949 memiliki kapasitas tempat duduk sebanyak 1.500 penonton. 

Bangunan seluas 25.000 meter persegi di kawasan Ciqikou ini menjadi salah satu teater dalam ruangan tunggal terbesar di dunia. 

Diketahui, Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan mengajak belasan media wilayah Sumatera mengunjungi China, 21-28 Juni 2026. 

Load More