Eko Faizin
Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:13 WIB
Viral kemunculan harimau di Pasir Putih Kampar. [Ist]
Baca 10 detik
  • BBKSDA Riau memeriksa lokasi di Pasir Putih Kampar pada tanggal sebelas hingga dua belas Agustus dua ribu dua puluh enam.
  • Petugas menyatakan berita kemunculan harimau sumatera dari pesan WhatsApp tersebut tidak benar atau hoaks karena tidak ada bukti fisik.
  • Pejabat BBKSDA Riau meminta masyarakat agar tetap waspada serta segera melaporkan setiap temuan tanda satwa liar secara resmi.

SuaraRiau.id - Masyarakat dihebohkan dengan kabar kemunculan harimau sumatera di wilayah Pasir Putih, Kabupaten Kampar melalui pesan WhatsApp beberapa hari lalu.

Menindaklanjuti informasi dan foto tersebut, BBKSDA Riau bersama pihak terkait melakukan koordinasi, penelusuran informasi, dan pemeriksaan lokasi tanggal 11-12 Agustus 2026.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin mengatakan setelah pemeriksaan di lapangan, pihanya tidak menemukan jejak harimau.

"Tidak ditemukan kotoran, sisa mangsa atau makanan, maupun tanda goresan kuku yang mengindikasikan keberadaan harimau," jelas Ujang, Kamis (13/8/2026).

Dia mengungkapkan, jika kabar adanya harimau di Pasir Putih bermula dari pesan yang kemudian diteruskan ke grup WhatsApp warga hingga menjadi viral.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, koordinasi dengan unsur terkait, serta analisis terhadap foto yang beredar, informasi mengenai kemunculan harimau sebagaimana foto yang beredar tersebut dinyatakan sebagai hoaks," tegas Ujang.

Namun demikian, kata dia, masyarakat tetap diimbau untuk tidak panik dan tetap waspada saat beraktivitas.

Ujang mengimbau, apabila menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan satwa liar, jangan mengambil tindakan sendiri.

Dia meminta melaporkan kepada BBKSDA Riau agar dapat dilakukan pemeriksaan dan langkah mitigasi konflik satwa liar.

"Segera dokumentasikan temuan dengan jelas, lakukan pengukuran jejak sebagai pembanding ukuran apabila memungkinkan dan aman dilakukan, sertakan titik lokasi," sebut Ujang.

BBKSDA Riau mengajak masyarakat yang bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

"Jangan langsung percaya atau menyebarkan foto atau informasi yang belum terverifikasi. Bijak bermedia, tetap waspada, dan bersama menjaga kelestarian satwa liar," pesan Ujang.

Load More