- Menteri Sosial Saifullah Yusuf mensosialisasikan program Sekolah Rakyat bagi siswa kurang mampu di Pekanbaru pada 14 Juni 2026.
- Program ini menyediakan pendidikan berasrama, akses teknologi, serta pemenuhan gizi untuk meningkatkan kualitas hidup dan memutus rantai kemiskinan.
- Pemerintah menargetkan perluasan jangkauan program dari 45.000 siswa saat ini menjadi lebih dari 400.000 siswa di tahun 2029.
SuaraRiau.id - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengunjungi Sentra Kreasi Atensi Abiseka Pekanbaru untuk mensosialisasikan program Sekolah Rakyat, Minggu (14/6/2026).
Pada momen itu, Mensos Saifullah berkesempatan bertemu calon orangtua siswa yang kini akan memasuki tahun kedua pelaksanaannya.
Pantauan Suara.com, Menteri tiba di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Pekanbaru sekitar pukul 12.00 WIB. Kedatangannya disambut penuh antusias dengan penampilan bakat dan kreasi para siswa angkatan tahun pertama tersebut.
Dalam salah satu pesannya, Saifullah menegaskan pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk meningkatkan kualitas hidup generasi muda, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Presiden Prabowo selalu berpesan agar setiap anak tetap bangga terhadap orangtuanya, meskipun kondisi ekonomi keluarga masih sederhana," katanya, Minggu (14/6/2026).
Menurut Saifullah, keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang, melainkan oleh akses pendidikan yang baik dan tekad untuk belajar.
"Boleh jadi orang tua kita saat ini belum berhasil, tetapi dengan pendidikan yang baik, anak-anaknya Insyaallah bisa menjadi orang-orang hebat," ungkapnya.
"Siapa tahu, dari mereka kelak lahir pemimpin bangsa, mulai dari presiden, gubernur, bupati, hingga TNI, Polri, ASN, maupun pengusaha sukses,” sambung Saifullah.
Ia juga menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga kesehatan dan pembentukan karakter dengan sistem asrama layaknya pondok pesantren.
"Saat pertama kali masuk, para siswa tidak melalui tes akademik, melainkan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Hasil awal menunjukkan masih banyak anak mengalami persoalan seperti kesehatan gigi, kebugaran rendah, hingga anemia. Namun setelah mengikuti program, kondisi mereka berangsur membaik dan saat ini sudah tampil gagah dan kuat-kuat," ungkapnya.
Selain itu, siswa juga mendapatkan pembinaan kedisiplinan, pola makan teratur dengan tiga kali makan dan dua kali snack setiap hari, serta perlengkapan sekolah lengkap.
Dalam proses pembelajaran, teknologi menjadi bagian penting melalui sistem Learning Management System (LMS), penggunaan smartwatch oleh guru, serta pemberian satu laptop untuk setiap siswa guna menunjang kegiatan belajar di kelas.
Saifullah mengungkapkan bahwa perkembangan program Sekolah Rakyat menunjukkan peningkatan signifikan.
Tahun lalu, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah beroperasi di seluruh Indonesia dengan jumlah lebih dari 15.000 siswa.
Tahun ini, jumlah siswa yang diterima meningkat menjadi lebih dari 32.000 orang, sehingga total keseluruhan mencapai lebih dari 45.000 siswa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Terungkap Penyebab Kematian Dokter PPDS di RSUD Tengku Rafian Siak
-
Kemenhut Tangkap 3 Pelaku Pembalakan Liar di SM Kerumutan Riau
-
Ratusan Ruko STC Pekanbaru Resmi Jadi Aset Pemkot, HGB Tak Bisa Diperpanjang
-
Harga Sawit Riau Terus Meroket, Nyaris Rp4.000 per Kilogram
-
Padamkan Karhutla Riau, Manggala Agni Kesulitan Dapatkan Sumber Air