- BMKG Pekanbaru melaporkan 1.979 titik panas akibat karhutla di Sumatera pada Jumat, 18 September 2026.
- Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 1.559 titik panas yang memicu kekhawatiran meluasnya kebakaran.
- Peningkatan titik panas menyebabkan jarak pandang di Pekanbaru, Rengat, Pelalawan, dan Tambang terbatas hingga 4-5 kilometer.
SuaraRiau.id - Jumlah titik panas (hotspot) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera meningkat signifikan hingga Jumat (18/9/2026).
Berdasarkan pembaruan data pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 1.979 titik panas tersebar di berbagai provinsi di Pulau Sumatera.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Anggun Rahmania mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah Sumatera kini dalam kondisi rentan kemunculan titik panas.
"Provinsi Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar titik panas pada hari ini dengan total mencapai 1.559 titik. Tingginya angka hotspot di wilayah ini memicu kekhawatiran akan makin meluasnya cakupan kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut," ujar Anggun, Jumat (18/9/2026).
Lonjakan jumlah titik panas tersebut menjadi sinyal waspada bagi pemerintah daerah dan tim satgas karhutla di lapangan.
Selain Sumatera Selatan, beberapa provinsi tetangga juga menyumbang angka titik panas yang cukup signifikan.
Bangka Belitung mencatat 163 titik, disusul Jambi dengan 134 titik, dan Lampung sebanyak 31 titik panas. Sementara itu, Kepulauan Riau berada di posisi terendah dengan dua titik panas.
"Untuk Provinsi Riau sendiri, BMKG mencatat total ada 90 titik panas yang tersebar di beberapa area kabupaten dan kota. Sebagian besar titik panas di Riau terkonsentrasi di wilayah bagian selatan dan pesisir," ucapnya.
Secara lebih rinci di Provinsi Riau, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan titik panas terbanyak, yaitu 47 titik, diikuti Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 36 titik.
Wilayah lainnya meliputi Kabupaten Kampar dengan tiga titik, Kabupaten Kuantan Singingi dua titik, serta Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kepulauan Meranti masing-masing mencatatkan satu titik panas.
"Dampak dari maraknya titik panas ini mulai memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang (visibility) di sejumlah lokasi di Riau. Asap tipis hingga sedang mulai menyelimuti wilayah permukiman dan perkotaan sejak sore hari," jelasnya.
Berdasarkan pantauan visibility pada pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru dan Rengat terbilang terbatas hanya mencapai 4 kilometer akibat terhalang asap.
Kondisi serupa terjadi di Pelalawan dan Tambang dengan jarak pandang berada di angka 5 kilometer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis
-
BRI Tawarkan KPR Sejahtera dengan DP 1% dan Bunga Tetap Hingga 20 Tahun
-
Jaga Tubuh Makin Bugar, BRI Kartu Kredit Beri Diskon 25% untuk Minuman Boost
-
Dua Pekan, Penderita ISPA di Riau Tembus Belasan Ribu Dampak Kabut Asap
-
Kabupaten-Kota di Riau Diminta Sesuaikan Pembelajaran Imbas Kabut Asap