- Kejari Pekanbaru menahan mantan Puteri Indonesia Riau, Jeni Rahmadial Fitri, selama 20 hari terkait kasus malpraktik dokter kecantikan.
- Jeni mengakui keterlibatannya secara langsung dalam tindakan medis dan menyatakan komitmennya menjalani seluruh proses hukum hingga persidangan nanti.
- Jeni mengaku mentalnya terguncang akibat derasnya pemberitaan dan perhatian publik terhadap kasus yang menjeratnya.
SuaraRiau.id - Mantan Puteri Indonesia Riau 2024, Jeni Rahmadial Fitri ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Pekanbaru selama 20 hari ke depan guna kepentingan proses penuntutan.
Jeni mengaku mentalnya terguncang akibat derasnya pemberitaan dan perhatian publik terhadap kasus malpraktik dokter kecantikan abal-abal yang menjeratnya.
"Untuk mental, saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Banyaknya pemberitaan yang viral membuat saya belum siap," kata eks finalis Puteri Indonesia itu, Selasa (9/6/2026).
Jeni mengungkapkan bahwa dirinya merupakan tulang punggung keluarga sejak kecil dan harus menghidupi sang ibu setelah kehilangan sosok ayah.
"Saya satu-satunya tulang punggung keluarga. Dari kecil saya mengikuti banyak kompetisi untuk membantu mama," tuturnya.
Namun, Jeni mengaku berkomitmen untuk menjalani seluruh proses hukum hingga tuntas dan berharap pengalaman ini menjadi pelajaran berharga dalam hidupnya.
"Saya harus tetap sehat menjalani proses ini sampai putusan sidang nanti. Saya berharap ini menjadi pembelajaran yang mengubah pola pikir saya," katanya.
Terkait bisnis klinik kecantikan yang dikelolanya, Jeni menjelaskan usaha tersebut dirintis sejak 2019 setelah mengikuti pelatihan di Jakarta.
Jeni menegaskan keputusan membuka klinik merupakan inisiatif pribadi, meskipun sempat mendapat dukungan investor dalam waktu terbatas.
Namun, saat disinggung mengenai dugaan penggunaan sertifikat asli maupun palsu, Jeni memilih tidak memberikan komentar.
"Soal sertifikat, saya no comment," singkatnya.
Jeni turut mengakui keterlibatannya secara langsung dalam tindakan medis di klinik yang dikelolanya, dibantu oleh sejumlah karyawan.
"Untuk tindakan kepada pasien memang saya lakukan langsung," jelasnya.
Terkait tarif layanan, Jeni menyebut harga yang ditetapkan telah disesuaikan dengan biaya alat dan obat-obatan yang digunakan.
Mengenai asal-usul obat, ia menegaskan seluruh keterangan telah disampaikan kepada penyidik selama proses pemeriksaan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ketua PP Siak Terlibat Kecelakaan: Renggut Nyawa Pelajar, Belum Ditetapkan Tersangka
-
Diduga Main HP saat Nyetir, Ketua PP Siak Diperiksa usai Kecelakaan Maut di Perawang
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare