- PT Permodalan Nasional Madani di bawah Danantara memperkuat pemberdayaan keluarga prasejahtera melalui pembiayaan tanpa agunan dan pendampingan berkelanjutan.
- Riset BRI Research Institute tahun 2023 mencatat 69,2 persen nasabah ultra mikro PNM mengalami peningkatan ketahanan keuangan keluarga.
- Peningkatan ketahanan keuangan tersebut membantu keluarga prasejahtera menghadapi situasi darurat tanpa harus terjebak pinjaman ilegal.
SuaraRiau.id - Tantangan utama yang dihadapi jutaan keluarga prasejahtera bukan hanya keterbatasan akses terhadap pembiayaan, tetapi juga rapuhnya ketahanan keuangan rumah tangga.
Sedikit saja terjadi guncangan, seperti anggota keluarga sakit, penjualan menurun, atau kebutuhan sekolah anak meningkat, kondisi ekonomi keluarga dapat langsung terganggu.
Di bawah naungan Danantara, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM memperkuat perannya sebagai motor pemberdayaan yang tidak hanya membuka akses permodalan tanpa agunan.
Tetapi juga membangun fondasi ketahanan keuangan keluarga melalui pembiayaan yang disertai pendampingan secara berkelanjutan.
Pendekatan ini menjadikan pembiayaan sebagai awal dari proses perubahan.
Setiap pekan, jutaan nasabah PNM Mekaar mengikuti Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) yang tidak hanya menjadi sarana pembayaran angsuran, tetapi juga ruang belajar mengenai pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, hingga penguatan jejaring sosial antar perempuan.
Kebiasaan menyisihkan sebagian pendapatan untuk memenuhi kewajiban angsuran secara perlahan membentuk disiplin finansial yang kemudian berkembang menjadi budaya menabung dan mengelola keuangan keluarga secara lebih terencana.
Hasilnya terlihat nyata. Berdasarkan riset BRI Research Institute tahun 2023, sebanyak 69,2% nasabah ultra mikro PNM mengalami peningkatan ketahanan keuangan.
Perubahan tersebut tidak hanya tercermin dari kemampuan memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dari meningkatnya daya tahan keluarga dalam menghadapi kondisi darurat.
Sebanyak 48,1% responden kini memiliki ketahanan keuangan selama 1-2 bulan, meningkat signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya yang rata-rata hanya mampu bertahan selama 1-2 minggu tanpa tambahan pemasukan.
Prinsip tersebut sejalan dengan arahan COO Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria untuk memberikan dampak ganda dari pembiayaan ultra mikro.
"Penguatan pembiayaan ultra mikro harus mampu memperluas akses usaha masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi keluarga secara berkelanjutan," ujar Dony.
Di sisi lain, Direktur Utama PNM Kindaris mengatakan perubahan durasi ketahanan keuangan memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar bertambahnya waktu bertahan hidup.
"Bagi keluarga prasejahtera, tambahan waktu tersebut memberikan ruang untuk mengambil keputusan ekonomi yang lebih rasional tanpa harus terjebak dalam pinjaman ilegal atau menjual aset produktif saat menghadapi keadaan mendesak. Keluarga memiliki kesempatan mempertahankan usahanya tetap berjalan, memenuhi kebutuhan pangan secara lebih stabil, hingga menjaga keberlangsungan pendidikan anak," terangnya.
Ketahanan keuangan yang lebih panjang juga berdampak langsung terhadap kualitas tumbuh kembang generasi berikutnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla
-
Bisnis Makin Dinamis, BRI Hadirkan Kemudahan Finansial Lewat Qlola Mobile
-
Sambut Sumpah Pemuda, BRI Tebar Promo Spesial untuk Nasabah
-
Polisi Bunuh Ibu Kandung: Dinas di Biddokkes Polda Riau, Punya Riwayat Kontrol di RSJ
-
Kapolda Riau Ungkap Polisi Idap Skizofrenia Masih Dinas, Kini Diduga Bunuh Ibu Kandung