- Listrik di Pulau Sumatera mengalami pemadaman total, Jumat (22/5/2026) malam.
- Ikan hias Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mati akibat pemadaman listrik tersebut.
- Namun, yang paling terdampak adalah pelaku usaha yang mengandalkan pasokan listrik.
SuaraRiau.id - Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda wilayah Sumatera menyisakan cerita pilu di kediaman Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho.
Sebanyak 29 ekor ikan koi berukuran besar milik Wali Kota Agung ditemukan mengambang tak bernyawa akibat kehabisan oksigen pada Sabtu (23/5/2026) pagi.
Tragedi matinya puluhan ikan hias itu baru disadari oleh sang Wali Kota saat ia hendak melakukan rutinitas pagi.
Malam sebelumnya, aliran listrik dari PLN terputus total dalam waktu yang cukup lama, membuat mesin aerator kolam berhenti berfungsi seketika.
Tanpa adanya sirkulasi air, pasokan oksigen di dalam kolam menyusut drastis hingga membuat ikan-ikan tersebut lemas dan akhirnya mati massal.
"Tadi pagi saya baru tahu saat mengecek halaman belakang. Memang mati lampu tadi malam menyisakan dampak negatif yang luar biasa, tidak hanya bagi operasional kota tetapi juga hal-hal kecil seperti ini," ujar Agung Sabtu (23/5/2026).
Kejadian ini pun menyoroti fasilitas darurat di kediaman orang nomor satu di Pekanbaru tersebut.
Agung mengaku bahwa rumah dinas yang ditempatinya memang belum dilengkapi dengan generator set (genset) otomatis yang memadai untuk mengantisipasi pemadaman total.
Alhasil, Agung hanya bisa pasrah dan mengikhlaskan kematian hewan peliharaan kesayangannya tersebut. Namun, ia menegaskan tidak ingin hanya meratapi kerugian pribadi.
Baginya, kematian 29 ekor ikan koi ini adalah alarm keras sekaligus cerminan dari kerugian yang jauh lebih besar yang sedang dihadapi oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Pekanbaru akibat buruknya keandalan sistem kelistrikan.
Sejak Jumat malam, ribuan keluhan dan aduan dari warga terus membanjiri saluran komunikasi Pemkot Pekanbaru.
"Memang tadi malam itu juga banyak masuk laporan masyarakat komplain ke saya. Mulai dari urusan rumah tangga, alat elektronik yang rusak, hingga sektor usaha yang langsung lumpuh," kata Agung.
Dampak blackout ini memang memukul telak berbagai sektor ekonomi di Pekanbaru, terutama para pelaku UMKM.
Sektor usaha yang bergantung penuh pada pasokan listrik, seperti pengusaha akuarium, budidaya ikan hias hulu-hilir, kuliner beku (frozen food), hingga perhotelan, dilaporkan mengalami kerugian material yang tidak sedikit akibat pemadaman yang berlangsung berjam-jam tersebut.
Melalui peristiwa ini, Wali Kota Pekanbaru berharap pihak PLN dapat segera mengevaluasi total sistem kelistrikan di wilayah Sumatera agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Listrik Padam Total 10 Jam Lebih, Puluhan Ikan Koi Wali Kota Pekanbaru Mati
-
PLN Klaim Aliran Listrik 1,5 Juta Lebih Pelanggan di Riau Telah Pulih
-
Harga Sawit Turun Drastis Imbas Kebijakan Pemerintah, Pemprov Riau Lakukan Ini
-
HIV di Pekanbaru Capai 3.700 Kasus, Pemkot Skrining hingga ke Lokalisasi
-
Sumatera Mati Lampu Berjam-jam, Warga Pekanbaru Tanyakan Kompensasi ke PLN