- Puluhan ikan koi peliharaan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mati.
- Kematian hewan peliharaan Agung Nugroho itu dampak pemadaman listrik.
- Menurut Agung, pemadaman listrik di wilayahnya berlangsung selama 10 jam.
SuaraRiau.id - Pemadaman listrik total (blackout) yang melanda Riau dan provinsi lain di Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam, ternyata tak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.
Kerugian akibat mati lampu yang berjam-jam itu ternyata juga dirasakan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang harus kehilangan belasan ikan koi peliharaan kesayangannya.
Kabar tersebut diungkap langsung Agung melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan itu, ia membagikan foto-foto ikan koi yang mati diduga akibat terganggunya sistem sirkulasi dan suplai oksigen kolam saat listrik padam selama berjam-jam.
"Mati lampu tadi malam menyisakan duka. Karena di rumah enggak ada genset, semua ikan koi kesayangan saya meninggoy (mati). Namanya musibah, ya saya harus ikhlas dan tabah," tulis Agung dalam unggahannya, Sabtu (23/5/2026) sore.
Pada unggahan yang sama, orang nomor satu di Kota Pekanbaru itu juga mengajak warganet berbagi pengalaman selama blackout terjadi.
"Apa pengalaman teman-teman pas blackout tadi malam? Cerita dong..." tulisnya lagi.
Postingan tersebut langsung menyita perhatian publik dan viral di media sosial.
Ratusan respons membanjiri kolom komentar, mulai dari ungkapan simpati hingga cerita pengalaman warga saat menghadapi pemadaman listrik massal yang terjadi hampir di seluruh wilayah Riau.
Menariknya, salah satu komentar warganet menanyakan alasan rumah dinas wali kota tidak memiliki genset sebagai cadangan listrik. Agung pun merespons santai.
"Biasanya hanya mati 2-3 jam, aman masih pakai kipas tangan. Gak pernah kepikiran lampu matinya sampai lebih dari 10 jam," balasnya.
Unggahan itu memicu beragam tanggapan dari masyarakat.
Sebagian warga mengaku mengalami kerugian serupa akibat blackout, mulai dari makanan rusak, usaha terganggu, hingga alat elektronik yang sempat terdampak akibat padamnya pasokan listrik dalam waktu lama.
Diketahui, pemadaman listrik tidak hanya terjadi di Riau tapi meliputi provinsi lain di Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, dan Lampung.
PLN menyebut gangguan listrik itu disinyalir dipicu oleh cuaca buruk yang menyebabkan gangguan pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Penguatan CASA Dorong Efisiensi Pendanaan, BRI Perkuat Profitabilitas dan Daya Saing
-
Suhardiman Amby Tersangka Kasus Suap, Video Serukan Gantung Koruptor Viral
-
Daftar Pejabat Kuansing yang Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Suhardiman Amby
-
Keluarga di Rokan Hulu Kehilangan Segalanya Gegara Dituduh Bandar Narkoba
-
Geger Santriwati Melahirkan, Diduga Dicabuli Oknum Pimpinan Pesantren di Kuansing