Eko Faizin
Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:44 WIB
Kolase Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan ikan koinya yang mati akibat pemadalam listrik total. [Ist]
Baca 10 detik
  • Puluhan ikan koi peliharaan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho mati.
  • Kematian hewan peliharaan Agung Nugroho itu dampak pemadaman listrik.
  • Menurut Agung, pemadaman listrik di wilayahnya berlangsung selama 10 jam.

SuaraRiau.id - Pemadaman listrik total (blackout) yang melanda Riau dan provinsi lain di Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam, ternyata tak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat dan pelaku usaha.

Kerugian akibat mati lampu yang berjam-jam itu ternyata juga dirasakan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang harus kehilangan belasan ikan koi peliharaan kesayangannya.

Kabar tersebut diungkap langsung Agung melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahan itu, ia membagikan foto-foto ikan koi yang mati diduga akibat terganggunya sistem sirkulasi dan suplai oksigen kolam saat listrik padam selama berjam-jam.

"Mati lampu tadi malam menyisakan duka. Karena di rumah enggak ada genset, semua ikan koi kesayangan saya meninggoy (mati). Namanya musibah, ya saya harus ikhlas dan tabah," tulis Agung dalam unggahannya, Sabtu (23/5/2026) sore.

Pada unggahan yang sama, orang nomor satu di Kota Pekanbaru itu juga mengajak warganet berbagi pengalaman selama blackout terjadi.

"Apa pengalaman teman-teman pas blackout tadi malam? Cerita dong..." tulisnya lagi.

Postingan tersebut langsung menyita perhatian publik dan viral di media sosial.

Ratusan respons membanjiri kolom komentar, mulai dari ungkapan simpati hingga cerita pengalaman warga saat menghadapi pemadaman listrik massal yang terjadi hampir di seluruh wilayah Riau.

Menariknya, salah satu komentar warganet menanyakan alasan rumah dinas wali kota tidak memiliki genset sebagai cadangan listrik. Agung pun merespons santai.

"Biasanya hanya mati 2-3 jam, aman masih pakai kipas tangan. Gak pernah kepikiran lampu matinya sampai lebih dari 10 jam," balasnya.

Unggahan itu memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Sebagian warga mengaku mengalami kerugian serupa akibat blackout, mulai dari makanan rusak, usaha terganggu, hingga alat elektronik yang sempat terdampak akibat padamnya pasokan listrik dalam waktu lama.

Diketahui, pemadaman listrik tidak hanya terjadi di Riau tapi meliputi provinsi lain di Sumatera meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, dan Lampung.

PLN menyebut gangguan listrik itu disinyalir dipicu oleh cuaca buruk yang menyebabkan gangguan pada Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi.

Load More