- Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan biosolar terjadi di sejumlah SPBU Kota Pekanbaru sejak dua bulan terakhir.
- Proses pengisian BBM bersubsidi memakan waktu hingga tiga jam dan memicu kemacetan lalu lintas di jalan raya.
- Kelangkaan serta pembatasan kuota solar menghambat aktivitas warga dan mengganggu kelancaran distribusi barang bagi pelaku usaha setempat.
SuaraRiau.id - Antrean panjang kendaraan mendapatkan BBM jenis solar subsidi (biosolar) kembali terjadi di SPBU Pekanbaru sejak beberapa minggu belakangan.
Pantauan Suara.com, Senin (6/7/2026) malam, terlihat deretan mobil mengular di sejumlah SPBU di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut.
Tampak mobil pribadi dan truk-truk besar berbaris menunggu giliran mendapatkan isian solar. Kondisi ini memicu kemacetan.
Hal itu terjadi SPBU di Jalan Arifin Ahmad dan Jalan Soekarno-Hatta. Sementara SPBU di samping Pasar Arengka dan Jalan Soebrantas tidak ada antrean lantaran stok solar habis.
Seorang pemobil yang kendaraannya menggunakan solar menyatakan jika antrean BBM bersubsidi sudah terjadi dua bulan.
"Kami harus antre solar (yang terjadi) sejak 2 bulan," kata Salman, Senin (6/7/2026).
Untuk mendapatkan solar bersubsidi, ia harus mengantre 1,5 jam hingga 3 jam lamanya. Tentu saja, itu memakan waktu dan menyita aktivitas.
Salman berharap, antrean panjang tidak terjadi lagi karena menyusahkan masyarakat yang kendaraannya tergantung dengan konsumsi biosolar.
Dia juga mengungkapkan, selain antrean panjang, kuota pembelian solar sekarang dibatasi.
Warga lain, Haris menimpali jika kondisi itu juga saat mengisi pertalite. Pengguna bensin subsidi tersebut harus mengantre lama.
Sementara konsumen lainnya Isdarwanto menuturkan, memilih membeli solar eceran apabila antrean panjang. Hal itu terpaksa dilakukan meski harganya tidak seperti di pengisian bahan bakar milik Pertamina.
"Ya harus beli eceran. Mengantrenya lama kalau beli di SPBU," ujarnya.
Selain mengganggu aktivitas, masyarakat juga menilai antrean solar berdampak pada roda perekonomian.
Banyak pelaku usaha yang bergantung pada distribusi barang menggunakan kendaraan diesel khawatir kondisi tersebut akan memengaruhi kelancaran usaha mereka.
Warga berharap pemerintah bersama pihak terkait segera mengambil langkah untuk memastikan distribusi solar kembali normal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Penggerebekan MP Club, Polisi Periksa 8 Orang Terkait Peredaran Narkoba
-
Jarak Pandang Hanya 100 Meter, Penerbangan dari Pekanbaru Kembali Tertunda
-
Polres Dumai Serbu Kampung Dalam, Amankan 11 Orang Terkait Narkoba
-
Digerebek Polisi, MP Club Pekanbaru Diduga Jadi Sarang Peredaran Narkoba
-
Operasi Gabungan, 60 Tamu MP Club Pekanbaru Dinyatakan Positif Narkoba