- Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan biosolar terjadi di sejumlah SPBU Kota Pekanbaru sejak dua bulan terakhir.
- Proses pengisian BBM bersubsidi memakan waktu hingga tiga jam dan memicu kemacetan lalu lintas di jalan raya.
- Kelangkaan serta pembatasan kuota solar menghambat aktivitas warga dan mengganggu kelancaran distribusi barang bagi pelaku usaha setempat.
SuaraRiau.id - Antrean panjang kendaraan mendapatkan BBM jenis solar subsidi (biosolar) kembali terjadi di SPBU Pekanbaru sejak beberapa minggu belakangan.
Pantauan Suara.com, Senin (5/7/2026) malam, terlihat deretan mobil mengular di sejumlah SPBU di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut.
Tampak mobil pribadi dan truk-truk besar berbaris menunggu giliran mendapatkan isian solar. Kondisi ini memicu kemacetan.
Hal itu terjadi SPBU di Jalan Arifin Ahmad dan Jalan Soekarno-Hatta. Sementara SPBU di samping Pasar Arengka dan Jalan Soebrantas tidak ada antrean lantaran stok solar habis.
Seorang pemobil yang kendaraannya menggunakan solar menyatakan jika antrean BBM bersubsidi sudah terjadi dua bulan.
"Kami harus antre solar (yang terjadi) sejak 2 bulan," kata Salman, Senin (5/7/2026).
Untuk mendapatkan solar bersubsidi, ia harus mengantre 1,5 jam hingga 3 jam lamanya. Tentu saja, itu memakan waktu dan menyita aktivitas.
Salman berharap, antrean panjang tidak terjadi lagi karena menyusahkan masyarakat yang kendaraannya tergantung dengan konsumsi biosolar.
Dia juga mengungkapkan, selain antrean panjang, kuota pembelian solar sekarang dibatasi.
Warga lain, Haris menimpali jika kondisi itu juga saat mengisi pertalite. Pengguna bensin subsidi tersebut harus mengantre lama.
Sementara konsumen lainnya Isdarwanto menuturkan, memilih membeli solar eceran apabila antrean panjang. Hal itu terpaksa dilakukan meski harganya tidak seperti di pengisian bahan bakar milik Pertamina.
"Ya harus beli eceran. Mengantrenya lama kalau beli di SPBU," ujarnya.
Selain mengganggu aktivitas, masyarakat juga menilai antrean solar berdampak pada roda perekonomian.
Banyak pelaku usaha yang bergantung pada distribusi barang menggunakan kendaraan diesel khawatir kondisi tersebut akan memengaruhi kelancaran usaha mereka.
Warga berharap pemerintah bersama pihak terkait segera mengambil langkah untuk memastikan distribusi solar kembali normal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Warga Antre Berjam-jam di SPBU Pekanbaru Kembali Terjadi, BBM Langka?
-
'Kepala Dihempas ke Lantai', Dugaan Penganiayaan Kader PMII Riau di Kantor Polisi
-
Kasus Suap Bupati Kuansing, Sejumlah Lokasi Digeledah KPK
-
Kasus Suap Bupati Kuansing: KPK Geledah Balai Milik Suhardiman Amby di Inuman
-
Kembangkan Kasus OTT di Kuansing, KPK Geledah Rumah Kepala Dinas Perkebunan