- Finalis Putri Indonesia, Jeni Rahmadial Fitri terseret kasus praktik medis ilegal.
- Modus para korban tertarik ke klinik kecantikannya adalah diskon besar-besaran.
- Ada belasan orang yang diduga menjadi korban layanan kecantikannya.
SuaraRiau.id - Finalis Putri Indonesia Perwakilan Riau 2024, Jeni Rahmadial Fitri (JRF) tersandung kasus praktik medis ilegal yang membuatnya berurusan dengan polisi.
Modus diskon besar-besaran di klinik kecantikan yang ditawarkan Jeni Rahmadial Fitri menjadikan daya tarik mengelabuhi para korban.
Dua korban melalui kuasa hukum, Mark Harianja dan Alqudri Tambusai yang melaporkan Jeni Rahmadial Fitri ke Polda Riau.
"Korban tergiur harga murah dan diskon yang banyak untuk menjalani perawatan," kata Mark, Selasa (29/4/2026).
Sebelumnya, Suara.com memberitakan kasus ini akhirnya terungkap setelah Subdit IV Ditreskrimsus Polda Riau menangkap Jeni yang juga merupakan owner PT Arauna Beauty Clinic dan menetapkannya sebagai tersangka.
Jeni Rahmadial Fitri diduga melakukan tindakan medis tanpa memiliki izin resmi.
Informasi yang berhasil dihimpun, JRF sejatinya sudah berulang kali dipanggil penyidik. Namun, karena tak kunjung hadir akhirnya dijemput paksa di Kota Bukittinggi baru-baru ini.
Mark Harianja mengungkapkan bahwa laporan terhadap Jeni telah diajukan sejak 25 November 2025.
Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan praktik medis ilegal yang menyebabkan dampak serius bagi para korban.
"Yang bersangkutan diduga mengaku sebagai dokter dan melakukan tindakan medis tanpa memiliki kompetensi maupun legalitas seperti STR dan SIP," ujar Mark.
Pihak kuasa hukum juga mengantongi surat resmi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang menyatakan bahwa Jeni tidak terdaftar sebagai dokter dan tidak memiliki izin praktik.
"Kami sudah mendapatkan konfirmasi tertulis dari IDI bahwa yang bersangkutan bukan dokter dan tidak memiliki Surat Tanda Registrasi maupun Surat Izin Praktik," tegasnya.
15 korban klinik kecantikan
Hingga kini, sedikitnya 15 korban telah mengadu ke pihak kuasa hukum. Mereka mengalami berbagai dampak serius, mulai dari kerusakan fisik hingga trauma psikologis.
"Beberapa korban mengalami kerusakan parah, seperti alis rusak, luka pada wajah hingga ke telinga dan mulut, serta kerusakan pada bibir. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan," ungkap Mark.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari
-
Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit
-
Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat
-
Tok! Polisi di Bengkalis Disanksi Demosi 5 Tahun Terkait Penganiayaan Warga
-
KPK Periksa Kepala BPK Riau Terkait Kasus Suap Pengondisian Hasil Audit