- Kelompok mata elang Kuda Hitam kembali membuat gaduh Pekanbaru.
- Pada 2025, kelompok tersebut membuat kerusuhan di Mapolsek Bukitraya.
- Terbaru, mereka diduga merampas kendaraan dan mengeroyok warga.
SuaraRiau.id - Kelompok debt collector atau yang dikenal dengan mata elang (matel) kembali membuat gaduh di Kota Pekanbaru usai menganiaya seorang warga.
Kelompok yang dikenal dengan sebutan Matel Kuda Hitam itu sebelumnya diduga terlibat dalam sejumlah aksi serupa, termasuk kericuhan yang sempat viral di wilayah Bukitraya tahun 2025 lalu.
"Kelompok matel ini sama dengan penyerangan yang terjadi di Bukitraya beberapa waktu lalu, yang juga sempat viral di media sosial. Bahkan, ada banyak kejadian lain yang melibatkan kelompok Matel Kuda Hitam, termasuk kericuhan di dalam Mapolsek Bukitraya," kata Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com.
Kelompok matel tersebut melakukan perampasan kendaraan disertai pengeroyokan yang menimbulkan korban luka. Parahnya, korban bukan pemilik kendaraan, melainkan saudaranya.
AKP Anggi menjelaskan, dalam kasus terbaru ini pihak kepolisian berhasil mengamankan empat pelaku.
Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya terlibat dalam aksi pengeroyokan, sementara yang lainnya berperan dalam perampasan kendaraan.
"Yang kami amankan ini 4 orang, dengan peran berbeda pelaku pengeroyokan dan pelaku perampasan. Semuanya merupakan warga sipil," ungkapnya.
Mobil yang menjadi objek perampasan merupakan Toyota Fortuner milik korban. Namun saat kejadian, yang menjadi korban kekerasan justru adalah saudara dari pemilik kendaraan tersebut.
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan adanya kejanggalan terkait legalitas penarikan kendaraan.
Para pelaku hanya dapat menunjukkan surat kuasa dalam bentuk soft copy, tanpa bukti fisik yang sah.
"Untuk kelengkapan administrasi, mereka hanya menunjukkan surat kuasa dalam bentuk soft copy dan belum ada bukti fisik. Ini tentu menjadi perhatian kami dalam proses hukum," tegas Anggi.
Penangkapan terhadap para pelaku dilakukan di beberapa lokasi berbeda. Dua orang diamankan di sekitar wilayah Bukitraya, satu orang di Jalan Sigunggung, dan satu lainnya di Jalan Garuda Sakti. Penangkapan berlangsung dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Saat hendak ditangkap, para pelaku sempat berupaya melarikan diri dengan cara mematikan nomor telepon mereka guna menghindari pelacakan aparat.
"Semuanya mencoba mematikan nomor telepon karena ingin melakukan pelarian. Namun berkat upaya tim, para pelaku berhasil kami amankan," tegas Anggi.
Polisi kini masih terus mendalami kemungkinan keterlibatan pelaku dalam kasus-kasus serupa lainnya, termasuk aksi perampasan mobil Avanza yang terjadi tiga bulan lalu dan diduga dilakukan oleh kelompok yang sama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Memantau Harimau yang Bikin Geger Warga di Pulau Burung Indragiri Hilir
-
Pengambilan Ijazah SMA-SMK Dipersulit Sekolah? Lapor ke Ombudsman Riau
-
Berawal dari 200 Kilogram, Usaha Gula Merah Rosidah Kini Tembus 500 Kilogram per Hari
-
Pemkab Siak Klaim Tangani 152 Km Jalan Kabupaten yang Rusak
-
Harimau di Indragiri Hilir Bikin Resah, BBKSDA Riau Pantau dengan Drone