- Seorang bocah 3 tahun meninggal usai ditabrak minibus di depan Masjid Agung Annur.
- Korban bernama Abdurrahim Al Hafidz mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah.
- Balita malang tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
SuaraRiau.id - Bocah 3 tahun bernama Abdurrahim Al Hafidz meninggal dunia setelah kecelakaan di pintu masuk Pos 1 Masjid Agung Annur Pekanbaru, Jumat (24/4/2026) sekitar pukul 07.50 WIB.
Korban yang mengalami luka serius di bagian kepala dan wajah sempat dilarikan ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru, namun nyawanya tidak tertolong.
Kasatlantas Polresta Pekanbaru, AKP Satrio Bagus Wirawicaksana menyampaikan pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan pengemudi penabrak balita tersebut.
"Kami telah menangani kejadian ini dengan melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Pengemudi kendaraan juga sudah kami mintai keterangan untuk proses penyelidikan lebih lanjut," ujar Satrio dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com.
Berdasarkan informasi dari Satlantas Polresta Pekanbaru, kecelakaan terjadi saat mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Nita Efrina (35), seorang pekerja swasta warga Tenayan Raya, melaju dari arah timur menuju barat di Jalan Hangtuah.
Di dalam kendaraan tersebut juga terdapat seorang penumpang anak inisial UQ (6). Sesampainya di pintu masuk Pos 1 Masjid Annur, mobil menabrak korban yang saat itu sedang menyeberang jalan dari arah utara menuju selatan.
Kondisi jalan dilaporkan dalam keadaan baik beraspal, lurus, dan arus lalu lintas sedang dengan cuaca cerah pada pagi hari.
Kasatlantas juga mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, terutama di kawasan ramai aktivitas masyarakat seperti area tempat ibadah dan permukiman.
"Kami mengingatkan kepada pengendara untuk selalu waspada dan mengurangi kecepatan, khususnya di area yang berpotensi adanya pejalan kaki, terlebih anak-anak," pesannya.
Saat ini, kasus kecelakaan lalu lintas tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polresta Pekanbaru guna memastikan penyebab pasti serta kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Ninja Sawit Terbongkar di Bengkalis, Bawa Muatan 1 Ton dalam Truk
-
Terseret Kasus Haji, Khalid Basalamah Tak Hubungi Ibnu Mas'ud: Urusan di Akhirat
-
Sapi Kurban Presiden untuk Warga Pekanbaru Punya Berat Capai 907 Kg
-
BRI Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Bukti Kinerja Solid & Komitmen ke Pemegang Saham
-
Alasan UMKM Lokal Siak Batal Dilibatkan di Proyek Seragam Gratis Rp7 Miliar