- Polda Riau melakukan rotasi besar-besaran terhadap personel Polsek Panipahan.
- Kebijakan itu diambil pasca kerusuhan isu bandar narkoba di wilayah tersebut.
- Keputusan itu juga merupakan respons atas keresahan masyarakat Panipahan.
SuaraRiau.id - Polda Riau melakukan rotasi besar-besaran terhadap personel pasca kerusuhan isu bandar narkoba di wilayah Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir.
Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mencopot Kapolsek Panipahan dan Kanitreskrimnya.
"Dari hasil evaluasi komprehensif terhadap kinerja personel Polsek Panipahan, diputuskan akan dilakukan rotasi besar yang menyasar para kanit dan anggota," ujar Kapolda dikutip dari Riauonline--jaringan Suara.com, Selasa (14/6/2026).
Langkah tegas dilakukan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh dalam merespons dinamika keamanan. Keputusan ini diambil melibatkan Itwasda, Propam, serta melalui proses Wanjak (Dewan Kebijakan Jabatan dan Kepangkatan).
Irjen Herry menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari penataan organisasi sekaligus upaya korektif agar pelayanan kepolisian semakin optimal dan responsif terhadap situasi di lapangan.
Menurutnya, keputusan itu merupakan bentuk respons atas keresahan masyarakat Panipahan terhadap kondisi keamanan yang terjadi belakangan ini.
"Kami mendengar aspirasi masyarakat. Apa yang menjadi kegelisahan warga menjadi perhatian serius, dan ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk menghadirkan rasa aman," tegasnya.
Selain pembenahan internal, Polda Riau juga memperkuat langkah strategis dalam pemberantasan narkoba yang disebut sebagai salah satu akar persoalan di wilayah tersebut.
Polda Riau telah membentuk Satgas Anti Narkoba sebagai wujud komitmen zero tolerance terhadap peredaran narkotika.
Nantinya, tugas Satgas tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga melakukan pengawasan internal untuk mencegah adanya penyimpangan.
"Penanganan narkoba harus dilakukan secara luar biasa. Tidak hanya penegakan hukum, tetapi juga evaluasi internal agar tidak ada celah," ujarnya.
Ke depan, Polda Riau juga akan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Riau untuk mendorong Panipahan menjadi kampung Bersih dari Narkoba (Bersinar).
Upaya ini akan diperkuat dengan pelibatan duta-duta anti narkoba dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, mahasiswa hingga komunitas lokal.
"Kami ingin gerakan ini menjadi gerakan bersama, bukan hanya aparat, tetapi juga masyarakat," ungkap Kapolda.
Sebelumnya, pencopotan Kapolsek dan Kanitreskrim Polsek Panipahan dilakukan menyusul aksi ricuh yang sempat menjadi perhatian publik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera
-
Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru
-
Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan
-
Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis