- Aksi unjuk rasa di rumah terduga bandar narkoba di Rokan Hilir viral di media sosial.
- Menyusul, video sejumlah orang menggeruduk lokasi hiburan malam beredar di internet.
- Aksi ini disebut sebagai bentuk pelampiasan masyarakat terhadap maraknya penyakit sosial.
SuaraRiau.id - Media sosial kembali diramaikan dengan video bernarasi aksi protes warga Panipahan, Rokan Hilir (Rohil) yang masuk ke sebuah tempat hiburan malam alias lokasi dugem.
Dalam video yang dibagikan akun Instagram @feedgramindo, terlihat sejumlah orang naik ke atas bangunan yang disebut sebagai lokasi hiburan malam.
"Usai ramai, polisi akhirnya mau datang dan tutup tempat hiburan malam tersebut sambil bawa police line," tulis caption, dikutip Senin (13/4/2026).
Pada video, nampak massa naik hingga ke lantai dua bangunan, melempar berbagai benda ke arah gedung, bahkan melakukan perusakan terhadap fasilitas yang ada di dalamnya.
Situasi di lokasi tampak memanas. Teriakan warga menggema seolah menyampaikan kekecewaan yang telah lama terpendam.
Aksi ini disebut sebagai bentuk pelampiasan kemarahan masyarakat terhadap maraknya berbagai penyakit sosial yang dinilai semakin tak terkendali di wilayah mereka.
Dalam keterangannya, aksi masyarakat Panipahan juga merupakan dampak kekecewaan warga terhadap aparat penegak hukum yang tidak menindak tegas.
"Tempat Dugem / Hiburan Malam Di Gruduk Warga Panipahan. Ini Merupakan Dampak Meresahkan Tempat Tersebut dan Ketidak Sanggupan Aparat, sebelumnya warga panipahan juga bakar rumah bandar narkoba," tambahnya.
Sebelumnya masyarakat menggeruduk rumah terduga bandar narkoba di Panipahan. Akibatnya terjadi perusakan dan pembakaran di lokasi tersebut.
Unggahan video itu lantas dikomentari beragam warganet. Tak sedikit dari netizen menyinggung tugas aparat yang sebenarnya.
Polda Riau keluarkan imbauan bermedia sosial
Polda Riau mengeluarkan imbauan menyusul beredarnya video aksi massa yang merusak rumah yang diduga bandar narkoba di Panipahan, Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir.
Imbauan itu mengusung pesan utama "Stop Hoaks & Ujaran Kebencian! Bijak Bermedsos, Aman dari Hukum".
Polda mengingatkan masyarakat bahwa aktivitas di dunia digital memiliki konsekuensi hukum nyata.
Masyarakat diminta lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan menghentikan penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW
-
Pemkot Pekanbaru Siapkan 3 Stel Seragam Gratis untuk 20 Ribu Siswa Baru
-
Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung
-
Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat