- Mantan pekerja sindikat scam di Kamboja berhasil ditangkap Polda Riau.
- Pelaku scam ini berhasil memperdayai korban hingga ratusan juta rupiah.
- Pelaku memakai identitas palsu dengan impersonasi customer service Blibli.
SuaraRiau.id - Siber Polda Riau menangkap pelaku kasus penipuan online dengan modus impersonasi akun customer service (CS) e-commerse Blibli.
Pelaku DJ (33) ditangkap di rumah kosnya kawasan Jalan Garuda, Kelurahan Tangkerang Tengah, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru pada Senin (6/4/2026) siang.
Ps Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Riau Kompol I Komang Aswatama menjelaskan modus tersangka adalah membangun komunikasi awal dengan korban melalui Facebook memakai identitas palsu bernama Sofi Atmaja.
"Korban diarahkan untuk mengikuti skema pekerjaan daring (online) berupa pembelian produk dan pemberian rating dengan iming-iming keuntungan," terangnya, Sabtu (11/4/2026).
Komang mengatakan aksi penipuan ini telah dijalankan pelaku sejak Januari 2024. DJ diketahui merupakan mantan pekerja sindikat scam di Sihanoukville, Kamboja.
Penangkapan 'alumni' Kamboja tersebut dilakukan setelah Subdit Siber melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan korban yang mengalami kerugian dalam jumlah signifikan.
Modus penipuan online
Modus penipuan yang dilakukan pelaku adalah membuat korban percaya. Setelah berhasil dikelabuhi, komunikasi dilanjutkan via WhatsApp oleh pihak yang mengaku sebagai customer service Blibli.
Lalu korban diminta melakukan transaksi pembelian produk dengan janji akan mendapatkan fee antara 5 hingga 10 persen dari setiap transaksi. Namun dalam praktiknya, skema tersebut hanyalah rekayasa untuk menguras dana korban.
"Berdasarkan laporan yang diterima, korban mengalami kerugian hingga Rp285 juta setelah melakukan sejumlah transaksi yang diarahkan oleh pelaku," jelas Komang.
Polda Riau mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk penawaran pekerjaan daring yang tidak jelas sumbernya, khususnya yang menjanjikan keuntungan cepat dengan skema pembelian produk dan pemberian rating.
"Kami imbau agar masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap akun atau situs resmi, serta tidak mudah percaya terhadap pesan dari nomor yang tidak dikenal, terlebih yang mengandung tautan mencurigakan atau iming-iming keuntungan tidak wajar," tegas Komang.
Pelaku dijerat dengan Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45A ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya
-
11 Anggota DPRD Meranti Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga di Eks Lahan SRL
-
Tak Ada Ampun! Kapolda Riau Siapkan Sanksi Berat bagi Polisi Terlibat Narkoba
-
Ketua PP Siak Ditahan usai Jadi Tersangka Kecelakaan Tewaskan Pelajar 16 Tahun
-
KPK Limpahkan Berkas ke Jaksa, Kasus Suap Suhardiman Amby Segera Disidang