- Unjuk rasa warga Panipahan Rohil perihal peredaran narkoba berubah aksi perusakan.
- Ratusan orang melakukan perusakan dan pembakaran rumah diduga bandar narkoba.
- Polda Riau meminta masyarakat yang terlibat aksi tersebut untuk menyerahkan diri.
SuaraRiau.id - Aksi perusakan dan pembakaran rumah diduga bandar narkoba di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menuai sorotan hingga viral di media sosial.
Kabid Humas Polda Riau, Zahwani Pandra Arsyad mengungkapkan jika aksi unjuk rasa pada awalnya berlangsung kondusif.
"Pada prinsipnya, tuntutan masyarakat terkait adanya dugaan peredaran gelap narkoba telah diterima oleh Kabag Ops dan beberapa pejabat di Polres Rohil serta Kapolsek Panipahan," kata Pandra, melansir Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Sabtu (11/6/2026).
Polda Riau mengimbau, khususnya pihak-pihak yang terlibat dalam aksi provokatif dan perusakan, untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
"Kami mengimbau kepada para pelaku yang melakukan tindakan provokatif dan perusakan bangunan milik masyarakat agar segera menyerahkan diri. Ini negara hukum, tindakan anarkis tidak dibenarkan," tutur Pandra.
Sekitar 150 orang awalnya menyampaikan tuntutan kepada pihak kepolisian, yang diterima oleh jajaran Polres Rokan Hilir dan Polsek Panipahan.
Namun, justru terpancing provokasi hingga merusak sebuah rumah yang diduga milik pengedar bernama Ali. Meski sempat memanas, aparat kepolisian akhirnya berhasil mengendalikan situasi.
Pandra memastikan bahwa tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut dan kondisi saat ini telah kembali kondusif.
"Tidak ada korban luka. Saat ini situasi sudah dalam keadaan baik dan kondusif," tegasnya.
Kronologi unjuk rasa berujung perusakan
Demo warga mulai berubah sekitar pukul 16.30 WIB ketika muncul provokasi dari oknum tertentu yang mengajak massa bergerak menuju sebuah rumah yang diduga milik seorang pengedar bernama Ali, yang berada di kawasan Jalan Bundaran Panipahan.
Akibatnya, massa yang tersulut emosi langsung melakukan aksi pelemparan, mengeluarkan barang-barang dari dalam rumah, hingga membakar sebagian perabotan.
Jumlah massa pun semakin bertambah, sehingga situasi di lapangan sempat sulit dikendalikan oleh aparat keamanan.
"Awalnya massa sekitar 150 orang, namun dalam perkembangan situasi jumlahnya semakin banyak. Hal ini membuat aparat kepolisian mengalami kesulitan dalam pengendalian di lapangan," jelasnya.
Lebih lanjut, upaya pendinginan suasana (cooling system) juga telah dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Kapolres, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Atasi Kendala Penyeberangan Sungai, BRI Resmikan Jembatan Gantung di Cianjur
-
Realisasikan Ekonomi Kerakyatan, BRI Perkuat Koperasi Desa Merah Putih dan Hadirkan BRILink Agen
-
Riau Kembali Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan, Berlaku hingga 30 November
-
Pemkab Meranti Perpanjang Belajar Daring Imbas Kabut Asap Belum Reda
-
Pemprov Riau Diminta Ambil Langkah Nyata Terkait Dampak Kabut Asap Karhutla