- Seorang remaja tega menghabisi nyawa nenek kandungnya di Dayun, Kabupaten Siak.
- Pelaku nekat membunuh korban demi membelikan sepeda motor untuk sang pacar.
- Setelah korban tewas, pelaku mengambil uang Rp15 juta, perhiasan dan surat berharga.
SuaraRiau.id - Seorang pria berinisial IA (21) tega menghabisi nyawa neneknya di Kampung Suka Mulia, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak pada pada Rabu 1 April 2026.
Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menyebut IA nekat membunuh korban demi membelikan sepeda motor untuk pacarnya. Pelaku membawa kabur uang dan perhiasan emas milik korban.
"Diduga karena terdesak untuk memenuhi permintaan sepeda motor pacarnya, pelaku gelap mata sampai nekat membunuh nenek kandung dan membawa kabur hartanya," kata Kapolres dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Senin (6/4/2026).
Sepuh menjelaskan pelaku mulai merencanakan pembunuhan dengan menyiapkan sebilah pisau. Merasa belum cukup, pelaku kemudian menambah satu bilah parang.
Malam harinya usai salat Magrib, pelaku membangunkan korban untuk melaksanakan salat.
Saat korban tengah beribadah, pelaku mengambil pisau dan parang yang telah disiapkan, lalu menyembunyikan parang di bawah karpet dan memegang pisau di belakang tubuhnya.
Setelah korban salat dan duduk membelakangi pelaku, korban sempat berbincang sambil makan. Dalam kondisi tersebut, pelaku tiba-tiba menutup mulut korban, kemudian menggorok leher korban menggunakan pisau.
Aksi sempat terhenti saat pisau terlepas, namun pelaku kemudian mengambil parang yang telah disembunyikan dan melanjutkan serangan hingga korban tidak lagi bergerak.
Setelah memastikan korban meninggal dunia, pelaku mengambil uang tunai sekitar Rp15 juta dari pakaian korban.
Selain itu, pelaku juga mengambil satu gelang emas, dua cincin emas, serta surat-surat berharga yang ada di dalam rumah sebelum melarikan diri.
Peristiwa ini terungkap keesokan harinya, Kamis 2 April 2026, setelah seorang saksi curiga karena rumah korban dalam keadaan tertutup dan lampu teras masih menyala sejak pagi.
Saat diperiksa bersama keluarga, korban ditemukan sudah tergeletak tak bernyawa di ruang tengah.
Dari hasil pengembangan, polisi mengidentifikasi pelaku dan melacak keberadaannya hingga ke Kabupaten Pelalawan.
Pelaku akhirnya ditangkap pada Jumat (3/4/2026) dini hari di sebuah hotel di Pangkalan Kerinci. Dalam interogasi awal, pelaku mengakui seluruh perbuatannya.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya sebilah parang dan pisau yang digunakan pelaku, serta pakaian korban yang terdapat bercak darah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Suhardiman Amby Kasih Amplop ke Raja Juli, Ketua DPRD Kuansing Pengepul Uangnya
-
Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut Raja Juli Disebut Berisi 12.000 Dolar Singapura
-
Kasus Suap Suhardiman Amby: KPK Sita 12.000 Dolar Singapura Ketua DPRD Kuansing
-
Giliran Sopir, Ajudan dan Keluarga Suhardiman Amby Diperiksa KPK
-
BRI KKB Expo 2026: Promo Kredit Kendaraan Berlaku di 131 Kota Indonesia