- Wanita asal Siak menjadi korban penipuan kerja meninggal di Kamboja.
- Korban SS sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit Phnom Penh.
- Sebelumnya korban mengadu nasib ke Malaysia sebagai pekerja migran.
SuaraRiau.id - Wanita asal Kabupaten Siak, SS (22) yang menjadi korban penipuan kerja meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di Kamboja.
Warga Lubuk Dalam tersebut menghembuskan nafas terakhir di ruang ICU di Rumah Sakit Khmer Soviet Friendship, Phnom Penh pada Minggu (8/3/2026).
"Yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia tadi pagi," kata Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan.
Fanny mengungkapkan bahwa KBRI menyerahkan kepada keluarga korban. Sementara pihak keluarga meminta bantuan dari KP2MI untuk proses pemulangan jenazahnya.
"Untuk pemulangan jenazah nya pihak keluarga minta bantun KP2MI. Karena biaya pemulangan jenazah ditanggung oleh pihak keluarga," sebutnya.
Namun demikian, untuk langkah awal BP3MI akan menyurati Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Siak. Selanjutnya agar dikomunikasikan dengan pemerintah kabupaten karena yang bersangkutan merupakan warga Siak.
"KP2MI/BP3MI akan melanjutkan fasilitasi pemulangan jenazah ke daerah asal jika sudah sampai di Indonesia," terang Fanny.
Kisah tragis ini bermula pada 12 Desember 2025, saat SS memutuskan mengadu nasib ke Malaysia sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW). Namun akhirnya, dibawa ke Kamboja sebelum sakit dan dirawat di rumah sakit.
Menanggapi dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Polda Riau pun bergerak cepat dengan mengumpulkan informasi dari keluarga korban.
"Berdasarkan pengakuan keluarga, korban saat itu merasa tenang karena memiliki rekan kerja bernama Bram Silitonga yang telah menantinya di negara jiran tersebut," kata Direskrimum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, Rabu (4/3/2026).
Melalui komunikasi singkat, SS mengabarkan bahwa dirinya sedang sakit dan posisi terakhirnya bukan lagi di Malaysia, melainkan telah berpindah ke Phnom Penh, Kamboja, tanpa alasan yang jelas bagi pihak keluarga.
Kondisi kesehatan SS dikabarkan terus merosot drastis hingga ia kehilangan kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuhnya.
Informasi yang diterima keluarga menyebutkan bahwa korban saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit di ibu kota Kamboja dalam kondisi yang memprihatinkan hingga dikabarkan berpulang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Menyaksikan Kemegahan Tembok Besar China di Tengah Teriknya Beijing
-
Sempat Diburu KPK, Bupati Kuansing dan Sekda Akhirnya Serahkan Diri
-
Profil Suhardiman Amby, Bupati Kuansing yang Masih Dikejar KPK
-
KPK Buru Bupati Kuansing dan Sekda, Telusuri Kebocoran Info OTT
-
KPK Lakukan OTT di Kuansing, Diduga Terkait Suap Jabatan Sekda