- Sidang perdana kasus Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid pada Kamis (26/3/2026) menjadi sorotan.
- Tak hanya simpatisan yang mendatangi PN Pekanbaru, sejumlah netizen juga memberikan dukungan.
- Bahkan sentilan warganet menyoroti dinamika politik di Riau dengan menyinggung SF Hariyanto.
SuaraRiau.id - Sidang perdana Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (26/3/2026) tengah menjadi sorotan.
Tak hanya mendapat dukungan dari simpatisan, sidang kasus dugaan pemerasan tersebut juga menuai tanggapan warganet di media sosial.
Tak sedikit komentar berisi harapan agar Abdul Wahid dapat menjalani proses hukum dengan adil. Beberapa warganet bahkan menyampaikan doa agar terbebas dari tuduhan jika memang tidak terbukti bersalah.
Hal tersebut terlihat dalam komentar di media sosial Riauonline--jaringan Suara.com, dilihat pada Kamis (26/3/2026).
"Saya berharap beliau terbebas dari fitnah dan bisa melanjutkan amanah masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru," tulis pengguna.
Dukungan serupa juga disampaikan warganet lain yang mendorong agar proses hukum berjalan transparan dan objektif.
Selain dukungan, terdapat pula komentar bernada sindiran ke Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto yang saat ini menjabat sebagai Plt Gubernur.
"Plt ketar-ketir tidak bisa tidur," ungkap netizen seolah menggambarkan dinamika politik pasca kasus tersebut.
"Usut kembali, siapa yang membuat narasi menjatuhkan itu," sahut seorang pengguna, mempertanyakan pihak-pihak yang dinilai membentuk opini publik.
Sementara itu, warganet lain mengungkapkan kekhawatiran terhadap situasi yang terjadi.
"Seorang gubernur bisa diperlakukan seperti ini, bagaimana jika nanti dinyatakan tidak bersalah," tulisnya, menyoroti kemungkinan dampak terhadap kepercayaan publik.
Tak hanya itu, terdapat pula ajakan kepada masyarakat untuk bersikap lebih tegas dalam menyikapi situasi politik.
Salah satu komentar bahkan menyebut pentingnya menjaga kekompakan masyarakat Riau serta menilai kasus ini sebagai bagian dari dinamika demokrasi.
Beragamnya tanggapan ini menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap kasus yang melibatkan Abdul Wahid.
Di tengah pro dan kontra yang berkembang, masyarakat diharapkan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Danantara Housing Expo 2026: BRI Tawarkan KPR Dengan Bunga Mulai 2,75%
-
Anggaran Riau Terbatas, SF Hariyanto Ogah Bebani Rakyat dengan Pajak Baru
-
Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera
-
AJI Pekanbaru-GREEN for Riau Initiative Gelar Workshop dan Fellowship
-
Menko Muhaimin Iskandar Apresiasi Efektivitas Pemberdayaan PNM di Gresik