Eko Faizin
Kamis, 26 Maret 2026 | 22:28 WIB
Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid dan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. [Ist]
Baca 10 detik
  • Sidang perdana kasus Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid pada Kamis (26/3/2026) menjadi sorotan.
  • Tak hanya simpatisan yang mendatangi PN Pekanbaru, sejumlah netizen juga memberikan dukungan.
  • Bahkan sentilan warganet menyoroti dinamika politik di Riau dengan menyinggung SF Hariyanto.

SuaraRiau.id - Sidang perdana Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Kamis (26/3/2026) tengah menjadi sorotan.

Tak hanya mendapat dukungan dari simpatisan, sidang kasus dugaan pemerasan tersebut juga menuai tanggapan warganet di media sosial.

Tak sedikit komentar berisi harapan agar Abdul Wahid dapat menjalani proses hukum dengan adil. Beberapa warganet bahkan menyampaikan doa agar terbebas dari tuduhan jika memang tidak terbukti bersalah.

Hal tersebut terlihat dalam komentar di media sosial Riauonline--jaringan Suara.com, dilihat pada Kamis (26/3/2026).

"Saya berharap beliau terbebas dari fitnah dan bisa melanjutkan amanah masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru," tulis pengguna.

Dukungan serupa juga disampaikan warganet lain yang mendorong agar proses hukum berjalan transparan dan objektif.

Selain dukungan, terdapat pula komentar bernada sindiran ke Wakil Gubernur Riau SF Hariyanto yang saat ini menjabat sebagai Plt Gubernur.

"Plt ketar-ketir tidak bisa tidur," ungkap netizen seolah menggambarkan dinamika politik pasca kasus tersebut.

"Usut kembali, siapa yang membuat narasi menjatuhkan itu," sahut seorang pengguna, mempertanyakan pihak-pihak yang dinilai membentuk opini publik.

Sementara itu, warganet lain mengungkapkan kekhawatiran terhadap situasi yang terjadi.

"Seorang gubernur bisa diperlakukan seperti ini, bagaimana jika nanti dinyatakan tidak bersalah," tulisnya, menyoroti kemungkinan dampak terhadap kepercayaan publik.

Tak hanya itu, terdapat pula ajakan kepada masyarakat untuk bersikap lebih tegas dalam menyikapi situasi politik.

Salah satu komentar bahkan menyebut pentingnya menjaga kekompakan masyarakat Riau serta menilai kasus ini sebagai bagian dari dinamika demokrasi.

Beragamnya tanggapan ini menunjukkan tingginya perhatian publik terhadap kasus yang melibatkan Abdul Wahid.

Di tengah pro dan kontra yang berkembang, masyarakat diharapkan tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Load More