- Komnas Perempuan menanggapi aksi kekerasan terhadap mahasiswi UIN Suska.
- Komnas Perempuan menyebut tindakan penganiayaan itu masuk kategori femisida.
- Dalam kasus ini korban mengalami upaya pembunuhan karena adanya kebencian.
SuaraRiau.id - Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) memandang aksi pembacokan terhadap mahasiswi UIN Suska Riau merupakan femisida.
Anggota Komnas Perempuan Devi Rahayu menyampaikan bahwa tindakan penganiayaan itu merupakan upaya pembunuhan karena adanya kebencian dari pelaku.
"Dalam kasus ini korban mengalami tindakan kekerasan yang merupakan upaya pembunuhan karena adanya kebencian, rasa memiliki, dan dorongan menghukum perempuan karena korban menolak pelaku. Dapat disimpulkan kasus ini adalah femisida," katanya dikutip dari Antara, Kamis (5/3/2026).
Devi menyampaikan, adanya bentuk tindak kriminal ekstrem yang terjadi karena faktor gender ini dapat dinyatakan sebagai femisida.
Femisida merupakan bentuk paling ekstrem dari kekerasan berbasis gender yang dapat berujung pada kematian perempuan karena identitas gendernya.
"Istilah ini menegaskan bahwa pembunuhan atau upaya pembunuhan terhadap perempuan kerap berkaitan dengan struktur sosial, relasi kuasa, serta norma patriarki yang menempatkan perempuan dalam posisi subordinat," terang Devi.
Dia mengatakan femisida berbeda dari pembunuhan atau upaya pembunuhan umum karena memiliki dimensi gender yang kuat dalam motif, pola, serta konteks terjadinya.
"Secara konseptual, femisida merujuk pada pembunuhan perempuan yang didorong oleh kebencian, kontrol, rasa memiliki, atau dorongan menghukum perempuan atas pilihan hidupnya. Dalam banyak kasus, femisida terjadi dalam lingkup relasi intim seperti pasangan atau mantan pasangan," kata Devi.
Maraknya fenomena femisida menunjukkan bahwa ruang domestik maupun relasi personal dapat menjadi arena kekerasan yang berujung fatal.
Sebelumnya FAP (23), mahasiswi UIN Suska Riau menjadi korban penganiayaan berat yang dilakukan oleh teman kuliahnya, RM (22), pada 26 Februari 2026.
Penganiayaan terjadi di kampus UIN Suska Riau ketika korban hendak menjalani sidang seminar proposal.
Penganiayaan berat ini dilatarbelakangi motif hubungan pribadi. Polda Riau telah menetapkan RM sebagai tersangka. Sementara korban saat ini masih dalam proses pemulihan pascaoperasi besar. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Komnas Perempuan: Penganiayaan Mahasiswi UIN Suska Riau Termasuk Femisida
-
22 Kg Heroin Jaringan Narkoba Lintas Negara Ditimbun di Kebun Sawit Bengkalis
-
Wanita Warga Siak Korban Scam, Kondisinya Memilukan di Rumah Sakit Kamboja
-
Kinerja Positif, Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif
-
Warga Datangi Renovasi Gereja HKBP di Inhu, Camat: Bukan Penggerudukan