- Raihan terlihat diikat sesaat diamankan setelah membacok mahasiswi UIN Suska.
- Tatapannya tampak kosong saat berusaha menjawab alasan di balik penganiayaan.
- Video interogasi mahasiswa UIN Suska Riau tersebut beredar di media sosial.
SuaraRiau.id - Mahasiswa bernama Raihan, pelaku pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau kini menjalani penahanan dalam sel terpisah di Polresta Pekanbaru.
Seiring dengan itu, beredar video momen Raihan ditanyai saat ditangkap setelah melakukan aksinya menganiaya korban Farradhila di depan kelas kampus UIN Suska Riau.
Raihan terlihat duduk dengan tangan diikat. Namun, yang menjadi sorotan adalah tatapan kosong matanya ketika berusaha menjawab pertanyaan seseorang.
"Kau bawa kapak dan parang," kata orang tersebut.
Mahasiswa UIN Suska Riau itu seolah enggan menjawab mengenai alasan melakukan penganiayaan terhadap wanita yang dicintainya.
Unggahan Instagram @awreceh.id tersebut lantas memicu komentar beragam dari warganet. Tak sedikit netizen yang tak setuju dengan tindakan pelaku.
Sebelumnya, seorang mahasiswi di UIN Suska Riau menjadi korban pembacokan rekannya, mahasiswa pada Kamis (26/2/2026) pagi.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan pelaku telah diamankan beserta barang bukti berupa sebilah kapak dan parang yang digunakan dalam kejadian tersebut.
"Pelaku sudah diamankan di Polsek Binawidya bersama barang bukti senjata tajam berupa kapak dan parang. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait motif dan kronologi kejadian," kata AKP Anggi.
Korban saat ini tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru akibat luka bacok yang cukup dalam pada bagian kepala dan tangan.
"Diduga dipicu persoalan pribadi terkait hubungan percintaan, namun kami masih mendalami motif dan kronologinya," tegasnya.
Saksi mata mahasiswa bernama Dimas mengatakan peristiwa itu terjadi saat korban sedang menunggu giliran sidang munaqosah (ujian proposal) di ruang Fakultas Syariah dan Hukum.
"Awalnya korban menunggu untuk sidang proposal di ruangan Fakultas Syariah dan Hukum. Kami sedang belajar di ruangan sebelah," ujarnya dikutip dari Antara.
Ketika Dimas bersama rekannya keluar kelas, mendapati pelaku melakukan penganiayaan dengan kapak di depan ruangan.
"Saat kami lihat keluar, tampak pelaku sedang membacok korban di depan ruangan. Kami tidak berani menolong karena pelaku membawa kapak," terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Heboh Pemuda Tewas Diserang Kawanan Pelaku Begal di Pelalawan
-
Anak Pejabat Riau Positif Ganja Gegara Hirup Asapnya, Amankah Pemusnahan Narkoba?
-
Manggala Agni Berupaya Padamkan Kebakaran Lahan 60 Hektare di Pelalawan
-
Giliran Ikatan Keluarga Minang Riau Laporkan Abu Janda ke Polisi
-
Kronologi ASN di Siak Tertipu Batu Merah Delima Bertuah Ratusan Juta Rupiah