- Raihan ternyata sudah merencanakan aksi sadisnya terhadap mahasiswi UIN Suska Riau.
- Pelaku Raihan menyiapkan kapak dan parang untuk menghabisi wanita yang dicintainya.
- Korban saat ini tengah menjalani penanganan medis di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.
SuaraRiau.id - Entah apa yang terpikirkan oleh Raihan, mahasiswa UIN Suska Riau yang membacok rekannya Farradhila dengan kapak di kampusnya pada Kamis (26/2/2026) pagi.
Ternyata, Raihan sudah menyiapkan rencana penyerangan dengan senjata tajam untuk menghabisi wanita yang dicintainya tersebut.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menuturkan bahwa pelaku menbawa kapak dan parang yang dimasukkan ke dalam tas yang sudah disiapkan dari rumah.
"Pelaku R sengaja melakukan penganiayaan dan seperti sudah direncanakan dengan membawa kapak dan parang. Namun yang digunakan adalah kapak," ujarnya dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com.
Saat melakukan aksi sadisnya, Raihan hanya menggunakan kapak untuk menyerang Farradhila yang saat itu tengah mempersiapkan ujian Seminar Proposal di ruang kampus.
Kombes Pandra mengatakan penanganan kasus dilakukan oleh Polsek Binawidya dengan dukungan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru.
Dalam perkara ini, pelaku dijerat dengan Pasal 469 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.
"Pelaku akan dijerat dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara," jelas Pandra.
Menurutnya, penerapan pasal tersebut didasarkan pada dugaan adanya unsur perencanaan dalam aksi kekerasan yang dilakukan pelaku.
"Pelaku datang dengan membawa senjata tajam. Artinya ada persiapan sebelum kejadian. Ini yang sedang kami dalami lebih lanjut," tegasnya.
Diketahui, seorang mahasiswi UIN Suska Riau bernama Farradhila mengalami luka bacok sebanyak 3 kali di bagian kepala, tangan dan kaki di Gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Kamis, 26 Februari 2026.
Farradhila dibacok menggunakan kapak oleh pelaku Raihan.
Paman korban, Herwansyah, menuturkan bahwa keponakannya sebenarnya dijadwalkan mengikuti seminar proposal (sempro) pukul 08.00 WIB di kampus.
Sebelum kejadian, korban sempat meminta doa kepada keluarga agar ujiannya berjalan lancar.
"Awalnya kami tidak tahu persis kejadiannya. Informasi pertama justru dari teman dekatnya yang memberi kabar bahwa korban dibacok di kampus," ujar Herwansyah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Pemuda Standing Motor Ditemukan Meninggal Mengapung di Sungai Kampar
-
Dari Medan Berlumpur hingga Desa Terpencil, Mantri BRI Hadir Menggerakkan Ekonomi Kerakyatan
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya
-
PLN Hadirkan Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik hingga 27 Juli 2026