- Video pembacokan mahasiswi di UIN Suska Riau beredar luas.
- Dalam video itu nampak korban bersimbah darah depan kelas.
- Dikabarkan pelaku menganiaya dengan menggunakan kapak.
SuaraRiau.id - Masyarakat tengah dihebohkan dengan beredarnya video bernarasikan pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau oleh mahasiswa di kampus tersebut saat Ramadan, Kamis (26/2/2026).
Dalam video amatir itu, nampak seseorang baju putih tergeletak bersimbah darah di depan ruangan. Sementara nampak pria tengah duduk seperti berbicara dengan korban.
Pada unggahan berbeda berupa tangkapan layar chat, disebutkan mahasiswa itu melakukan penganiayaan dengan menggunakan kapak di area universitas negeri ternama tersebut.
Percakapan di aplikasi dijelaskan awalnya saksi mendengar teriak-teriak dari ruangan kelas yang sedang menggelar sidang munaqosah (ujian akhir mahasiswa). Tak lama korban tergeletak tak berdaya.
Kabar yang beredar, pelaku melakukan perbuatan biadab tersebut lantaran terkait asmara dengan korban.
Informasi mengenai pembacokan tersebut dibenarkan oleh Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah.
Kasatreskrim mengungkapkan bahwa penanganan kasus saat ini berada di bawah kewenangan Polsek Binawidya.
"Kasusnya saat ini ditangani Polsek Binawidya," kata AKP Anggi saat dikonfirmasi Suara.com.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Binawidya Iptu Santo Morlando yang dihubungi menjelaskan bahwa laporan diterima sekitar pukul 08.00 Wib.
"Benar, kejadiannya di kampus sekitar pukul 07.30 WIB. Saat ini anggota masih melakukan olah tempat kejadian perkara," ujarnya.
Iptu Santo menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang garis pembatas untuk mengamankan area kejadian.
Berdasarkan informasi sementara, tidak ada korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Namun, korban mengalami luka akibat senjata tajam dan langsung dilarikan ke rumah sakit umum untuk mendapatkan penanganan medis.
Pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi saat kejadian berlangsung.
Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu sudah diamankan petugas, sedangkan motif penganiayaan hingga kini masih dalam proses penyelidikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Sesama Anggota DPRD Pekanbaru Duel di Bandara Soetta, Berujung Dipolisikan
-
Penimbunan Solar Subsidi di Siak, Modus Isi BBM Berkali-kali Pakai Barcode Pertamina
-
Anggota Polisi Kuansing Dipecat usai Heboh Dugaan Penipuan Rp500 Juta
-
8 Tersangka Korupsi Dana PI Resmi Ditahan, Satu Terancam Masuk DPO
-
Manajemen Kafe di Pekanbaru Diperiksa Buntut Viral Dugaan Penyimpangan Pengunjung