- Belasan gajah liar masuk ke pemukiman hingga rusak kebun di Pekanbaru.
- Ditemukan kerusakan lahan semangka kurang lebih 1,5 hektare milik warga.
- Kelompok gajah berjarak sekitar 500 m dari Hutan Lindung Sultan Syarif Hasyim.
SuaraRiau.id - Sebanyak 11 gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) masuk area perkebunan dan pemukiman warga Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Sabtu (30/5/2026) malam.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Mitigasi Konflik Satwa BBKSDA Riau bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono menjelaskan bahwa berdasarkan hasil identifikasi Tim lapangan, ditemukan kerusakan pada lahan semangka seluas kurang lebih 1,5 hektare milik warga.
"(Kerusakan itu) diduga terjadi beberapa malam sebelumnya akibat aktivitas gajah liar," ujarnya, Minggu (31/5/2206).
Supartono menyatakan, tim juga menemukan satu kelompok gajah liar yang berjumlah sekitar 11 ekor berada di area kebun durian dan semak belukar.
"Lokasi keberadaan kelompok gajah tersebut berjarak sekitar 500 meter dari kawasan Hutan Lindung Sultan Syarif Hasyim," jelasnya.
Sebagai langkah mitigasi, kata Supartono, pihaknya melakukan penggiringan satwa menggunakan bunyi-bunyian serta melaksanakan penjagaan dan blokade pada jalur masuk gajah menuju areal perkebunan dan permukiman warga.
Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan api unggun pada titik-titik yang diduga menjadi lintasan gajah.
Tim juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, khususnya pada malam hari, mengingat gajah merupakan satwa yang lebih aktif pada waktu tersebut.
"Masyarakat diminta untuk tidak melakukan tindakan anarkis terhadap gajah karena satwa ini merupakan satwa liar yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan," pesannya.
Hingga dini hari, upaya penggiringan yang dilakukan tim berhasil mengarahkan kelompok gajah kembali menuju area pinggiran Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim.
Namun demikian, potensi kemunculan kembali gajah di areal perkebunan warga masih terbuka, sehingga pemantauan dan langkah mitigasi lanjutan akan terus dilakukan oleh tim bersama para pihak terkait.
BBKSDA Riau mengajak seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif dalam melaporkan keberadaan satwa liar yang berpotensi menimbulkan konflik serta mendukung upaya konservasi melalui tindakan yang aman dan tidak melakukan tindakan anarkis terhadap satwa yang dilindungi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Karhutla Riau: Pasir Limau Kapas Padam, Rantau Bais, Sokoi dan Kandis Masih Membara
-
BBKSDA Riau Halau 11 Gajah yang Masuk Pemukiman, Rusak Kebun Semangka
-
Belasan Gajah Liar Masuk Perkebunan, Warga Lapor Damkar Pekanbaru
-
Gempar Anak Bupati Positif Narkoba, Pengedar Etomidate Ditangkap di Pelalawan
-
Jembatan Danau Bingkuang Arah Pekanbaru ke Bangkinang Ditutup