- Dua mahasiswa asal Kampar ditangkap bersama belasan WNA Myanmar.
- Dua mahasiswa diberi imbalan uang sebesar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta.
- Tugas keduanya menjemput para WNA di Dumai atas perintah seseorang.
SuaraRiau.id - Dua mahasiswa asal Kampar, Riau terlibat menyelundupan belasan Warga Negara Asing (WNA) asal Myanmar dengan tujuan Malaysia.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyatakan kedua tersangka berusia antara 20 hingga 24 tahun, berjenis kelamin laki-laki.
"Motifnya adalah untuk mendapatkan keuntungan finansial. Mereka bekerja sama menjemput sembilan orang di mobil pertama dan sembilan orang di mobil kedua, kemudian membawa ke lokasi yang sudah ditentukan," kata Pandra dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, Jumat (13/2/2026).
Para tersangka dijanjikan imbalan finansial sebesar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta untuk setiap penjemputan.
Modus operandi yang digunakan adalah menjemput para WNA di wilayah Dumai atas perintah seseorang yang saat ini masih dalam pengembangan penyidikan.
Pengungkapan kasus tersebut bermula dari Ditpolairud Polda Riau yang mengamankan 18 WNA asal Myanmar tanpa dokumen resmi.
Humas Polda Riau menjelaskan kronologi penangkapan dua mahasiswa yang berperan sebagai pengangkut para WNA itu.
"Perlu kami sampaikan bahwa pada tanggal 9 Februari 2026 sekitar pukul 01.00 WIB, tim kapal patroli Polri KM Kedidi 3015 melaksanakan pemantauan di sekitar Jalan Purwo Salim, Jalan Penyembal, Kecamatan Sungai Sembilan," ujar Pandra.
Dalam patroli itu, petugas mendapati dua unit kendaraan mencurigakan. Mobil pertama, Honda BR-V warna putih dengan nomor polisi BM 1927 QD, dikemudikan tersangka berinisial MRA.
Sementara mobil kedua, Toyota Avanza warna abu-abu dengan nomor polisi BM 1835 QJ, dikendarai tersangka FA.
"Kedua kendaraan tersebut masing-masing membawa sembilan orang WNA tanpa dokumen yang sah, sehingga total keseluruhan berjumlah 18 orang," jelasnya.
Pandra menegaskan, keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak terlepas dari sinergitas. Selain itu, informasi dari masyarakat melalui layanan Call Center 110 juga sangat membantu.
"Setiap informasi dari masyarakat pasti kami tindak lanjuti. Dan kali ini terbukti benar adanya tindak pidana pengangkutan WNA tanpa dokumen sah," jelasnya.
Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polda Riau untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Sementara 18 WNA tersebut juga dalam penanganan pihak berwenang untuk proses pendataan dan koordinasi dengan instansi terkait.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Dugaan Aniaya Warga Rupat: Copot Ipda ES Belum Cukup, Anggota Lain Harus Ditahan
-
Terseret Kasus OTT Bupati Kuansing, Begini Respons Menhut Raja Juli
-
Mukhlisin Resmi Pimpin Kuansing Pasca OTT Bupati Suhardiman Amby
-
Ukiran Batu Dazu, Tebing Bersejarah Pembawa Pesan Dunia dan Akhirat
-
Kader Ditangkap KPK, Gerindra Serahkan Proses Hukum Bupati Kuansing