Eko Faizin
Selasa, 24 Februari 2026 | 15:30 WIB
Ilustrasi - Tambahan 15 Ton Garam Semai untuk Operasi Hujan Buatan di Riau [ANTARA/HO-BPBD DKI]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Riau mendapatkan tambahan berupa 15 ton garam semai.
  • Belasan ton garam tersebut digunakan untuk membantu Modifikasi Cuaca.
  • Kegiatan membuat hujan buatan saat ini dilakukan di daerah pesisir Riau.

SuaraRiau.id - Pemprov Riau baru saja menerima tambahan berupa 15 ton garam untuk disemai di langit wilayah Provinsi Riau untuk membantu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Kabid Kedaruratan BPBD Riau Jim Gafur mengungkapkan bahwa pada awalnya pihaknya mendapat bantuan garam semai sebanyak 8,5 ton dari BNPB.

"Pada tahap awal, bantuan garam semai dari BNPB sebanyak 8,5 ton. Namun kita baru saja kembali menerima bantuan sebanyak 15 ton," katanya.

Jim menyampaikan kegiatan membuat hujan buatan saat ini masih dilakukan di daerah pesisir Riau. Per hari Minggu (22/2/2026) kegiatan OMC dilakukan di wilayah Siak.

Dalam operasi tersebut sebanyak 1 ton garam disemai dalam satu sortie kegiatan.

"Kegiatan OMC masih difokuskan didaerah pesisir Riau yang menurut informasi dari BMKG curah hujannya menurun. Kemudian didaerah tersebut juga banyak terdapat lahan gambut," sebutnya.

Sementara itu, hingga saat ini mencatat sudah ada 11 kabupaten/kota di Riau yang terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada awal tahun ini.

Dari 11 daerah tersebut, total luasan karhutla sebanyak 1.041,74 hektare. Daerah-daerah yang sudah terjadi karhutla di antaranya Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Indragiri Hilir (Inhil), Kuantan Singingi (Kuansing), Rokan Hilir (Rohil), Kota Dumai dan Pekanbaru.

"Hingga saat ini sudah 11 daerah di Riau yang ditemukan terjadi Karhutla. Total luasan karhutla 1.041,74 hektare," terang Jim.

Untuk karhutla di Kota Dumai hingga saat ini tercatat seluas 30,52 hektare, Bengkalis 201,01 hektare, Kepulauan Meranti 13,40 hektare, Siak 63,53 hektare, Pekanbaru 14,08 hektare, Kampar 29,50 hektare, Pelalawan 612,30 hektare, Inhu 1,20 hektare, Inhi 64,70 hektare, Rohil 10 hektare dan Kuansing 1,50 hektare.

"Dari rincian luasan tersebut, juga ditemukan 1.849 hotspot atau titik panas dengan jumlah fire spot atau titik api sebanyak 128 ," ujarnya.

Namun demikian, saat ini karhutla yang terjadi di beberapa wilayah tersebut dilaporkan sudah berhasil ditangani oleh tim gabungan dilokasi.

"Laporan dari masing-masing daerah karhutla diwilayah sudah bisa ditangani. Hujan juga terjadi cukup rata di Riau beberapa hari terakhir ini," tegas Jim.

Load More