- Seorang ibu bhayangkari di Pekanbaru terlibat kasus penipuan.
- Total kerugian puluhan korban diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.
- Istri polisi tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.
SuaraRiau.id - Sejumlah orang menjadi korban dugaan penipuan yang melibatkan seorang ibu bhayangkari di Pekanbaru, Riau berinisial CN (40).
Peristiwa bermula pada bulan April hingga Mei 2024, ketika CN meminta bantuan kepada para korban menggunakan aplikasi pembiayaan Home Credit untuk membeli iPhone.
Melansir Riauonline.co.id--jaringan Suara.com, proses cicilan kredit tersebut dilakukan di dalam mobil milik terduga pelaku dengan melibatkan sejumlah sales.
Kredit awal berjalan lancar beberapa bulan, namun permintaan terus berlanjut menggunakan berbagai aplikasi lain seperti Akulaku, Kredivo, Indodana, hingga Home Kredit.
"Dia bilang tidak bisa memakai namanya sendiri. Dia juga menjanjikan uang terima kasih Rp500 ribu. Kami bahkan buat surat perjanjian dan video," jelas salah satu korban, Lela.
Korban menegaskan bahwa seluruh barang yang dikreditkan merupakan iPhone, dan mereka mengaku tidak pernah diberi informasi bahwa transaksi yang berkaitan dengan aktivitas bisnis atau diperjualbelikan kembali.
"Memasuki pertengahan hingga akhir 2024, sejumlah cicilan mulai bermasalah," ungkap korban.
Lela mengaku mendapat informasi dari pihak penagih bahwa CN diduga mengelola ratusan kontrak kredit dengan total kewajiban mencapai miliaran rupiah.
"Saya kaget disebut ada sekitar 300 kontrak yang macet," terang korban.
Sejumlah korban juga sudah menghubungi keluarga CN dan suaminya inisial EC yang bertugas di Siak, namun belum ada titik terang.
Korban lainnya, Dewi Sarina, menyebut mereka hanya ingin bertemu langsung dan meminta itikad baik.
"Kami ingin kewajiban dilunasi dan nama baik kami dipulihkan di lembaga pembiayaan dan OJK," jelasnya.
Korban juga mengeluhkan tekanan psikologis akibat teror penagihan, konflik rumah tangga, hingga dampak kesehatan.
Istri polisi diduga melakukan penipuan terhadap puluhan warga dengan total kerugian mencapai Rp3 miliar.
Informasi yang diperoleh, CN diduga melakukan penipuan berkedok kredit ponsel dengan korban puluhan warga di Pekanbaru.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Empat Hari, ISPA Capai 453 Kasus di Tengah Kabut Asap Riau
-
Kualitas Udara Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Warga Diminta Batasi Aktivitas
-
Prabowo Ingin Penerjun Bebas Atasi Karhutla Riau: Pertama Kali dalam Sejarah
-
BRI Wujudkan Mimpi Pekerja Migran Indonesia Pulang ke Tanah Air dan Berkumpul Dengan Keluarga
-
Kabut Asap Belum Pengaruhi Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru