- Dinas Pendidikan Pekanbaru menyediakan gelombang khusus jika TKA terkendala.
- Pelaksanaan TKA juga diharapkan mendapat dukungan PLN dan provider internet.
- Akan disediakan gelombang khusus TKA yang dilakukan 15 hingga 16 April 2026.
SuaraRiau.id - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP dan Paket B pendidikan nonformal disebut tidak menemukan kendala pada hari ketiga, Rabu (8/4/2026).
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Syafrian Tommy menyatakan bahwa saat uji coba (gladi) ada kendala kecil namun bisa diatasi.
"Saat gladi, mungkin ada hal kecil, tapi bisa diantisipasi. Seperti ada ruangan yang terkendala NCB, itu sudah kita ganti dan upayakan perbaikannya. Dan bisa dipastikan itu tidak mengganggu secara umum," ujar Syafrian.
Dinas Pendidikan berharap pelaksanaan TKA juga mendapat dukungan dari PLN dan provider jaringan internet.
"Kami mohon dukungan dari PLN dan provider jaringan internet yang bekerjasama dengan sekolah, untuk memastikan dan menjaga stabilitas pelaksanaan TKA," kata Syafrian.
Dia menyampaikan sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah menyediakan gelombang khusus yang akan digelar pada Rabu-Kamis (15-16/4/2026) bagi sekolah yang mengalami kendala pada waktu pelaksanaan yang ditentukan.
"Bagi TKA yang mengalami kendala pada waktu yang ditetapkan, antisipasi yang kita telah siapkan berupa menyediakan gelombang khusus atau gelombang kelima. Yang kita khususkan pada sekolah yang mungkin terdapat gangguan," katanya.
Dirinya menyebutkan, hingga hari ini belum ada laporan masuk terkait sekolah yang akan menggunakan gelombang khusus tersebut.
"Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada laporan terkait sekolah yang akan menggunakan gelombang tersebut. Artinya masih berjalan dengan baik," ungkapnya.
Sementara bagi siswa yang tidak dapat mengikuti TKA tepat waktu dikarenakan sakit dan memerlukan perawatan medis, gelombang khusus juga menjadi solusi yang akan diberikan Dinas Pendidikan
"Ketika ada siswa yang sakit, tim akan melakukan pengecekan apakah memungkinkan akan dilakukan TKA di tempat dia dirawat, karena kan prosesnya online," terang Syafrian.
Akan tetapi, sebutnya, tetap dilakukan dengan pengawasan. Jika tidak memungkinkan saat waktu yang ditentukan, Dinas Pendidikan akan memberi kesempatan pada gelombang khusus.
Untuk diketahui, jumlah peserta TKA tingkat SMP di Kota Pekanbaru mencapai 14 ribu siswa kelas IX. Sementara dari sekolah nonformal seperti SKB dan PKBM diikuti sekitar 725 siswa. Jumlah ini belum termasuk peserta yang berada di bawah Kementerian Agama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BBPOM Waspadai Kosmetik Ilegal Masuk Lewat Jalur Perairan Meranti
-
Diguyur Hujan Deras: Kabut Asap di Pekanbaru Mereda, Rumbai Banjir
-
Tiga Pemancing Remaja Terseret Arus di Pantai Bengkalis, 2 Ditemukan Meninggal
-
Kabut Asap Karhutla Kian Mengkhawatirkan, Riau Buka Rumah Oksigen Gratis
-
Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal