Eko Faizin
Rabu, 08 April 2026 | 22:48 WIB
Bayi di Kampar diberi nama Ali Khamenei menjadikan Kedubes Iran mendatangi rumah orangtua. [Ist]
Baca 10 detik
  • Bayi laki-laki di Kabupaten Kampar diberi nama Ali Khamenei.
  • Pemberian nama sebagai bentuk penghormatan terhadap Ali Khamenei.
  • Perwakilan Kedubes Iran mendatangi rumah keluarga sang bayi.

SuaraRiau.id - Kabar bayi bernama Ali Khamenei yang viral di media sosial ternyata bukan sekadar cerita unik. Pasalnya, bayi berjenis kelamin laki-laki ini diketahui lahir di salah satu rumah sakit di Kampar.

Unik karena nama itu nyaris sama dengan nama Pemimpin Agung Republik Islam Iran yang tewas dalam penyerangan Israel-Amerika Serikat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bayi itu lahir pada 24 Maret 2026, tepat tiga hari setelah Idul Fitri 1446 Hijriah.

Kelahirannya juga bertepatan dengan meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang saat itu menjadi sorotan dunia.

Tak hanya karena momennya, pemberian nama Ali Khamenei juga memiliki makna mendalam.

Orangtua bayi sengaja memilih nama tersebut sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya pemimpin Iran pada 28 Februari 2026.

Kisah ini semakin menarik perhatian setelah viral di media sosial hingga sampai ke pihak Kedutaan Besar Iran.

Bahkan, perwakilan Kedutaan Besar (Kedubes) Iran datang langsung ke rumah keluarga di Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar.

Ayah sang bayi, Arsa Putra (51), mengaku tidak menyangka akan mendapat kunjungan tersebut. Ia menyebut momen itu sebagai sebuah kehormatan bagi keluarganya.

"Kami tidak menyangka sama sekali. Kedubes Iran datang langsung dan menyampaikan apresiasi. Ini kebanggaan bagi kami," ujarnya, Rabu (8/4/2026).

Menurut Arsa, dirinya telah meminta izin kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.

"Kami sudah mendapat izin. Harapan kami, anak ini bisa menjadi ulama dan pemimpin besar di masa depan," ungkapnya.

Fenomena ini saat ini pun menjadi perbincangan luas, bukan hanya karena keunikan nama, tetapi juga karena latar belakang kelahirannya yang bertepatan dengan situasi global yang sensitif.

Bagi keluarga Arsa, nama tersebut bukan sekadar identitas, melainkan doa dan harapan besar agar sang anak kelak tumbuh menjadi pribadi yang berpengaruh dan membawa kebaikan bagi banyak orang.

Kontributor : Rahmat Zikri

Load More