- Trestle Pelabuhan Tanjung Buton Siak roboh pada Senin kemarin.
- Ambruknya jalan penghubung itu menyebabkan satu mobil masuk ke laut.
- Kepala KSOP menyebut trestle mengalami kemiringan sejak Mei 2025.
SuaraRiau.id - Warga Siak dihebohkan dengan ambruknya jalan penghubung (trestle) Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang berada di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Kepala KSOP Kelas II Pelabuhan Tanjung Buton, Pujo Kurnianto membenarkan trestle ambruk yang menyebabkan satu mobil masuk laut.
Dikatakan Pujo, sejak pihaknya mengelola, kondisi trestle pelabuhan tersebut sudah mengalami kemiringan sejak Mei 2025.
"Iya, kondisinya itu pelabuhan tersebut sudah mengalami kemiringan," kata Kepala KSOP Kelas II Tanjung Buton.
Sehingga, pihaknya melakukan mitigasi dan merubah beban angkutan mobil muatan yang akan melewati trestle tersebut.
"Hasil dari mitigasi, karena terjadi kemiringan maka mobil angkutan yang dulunya bisa bermuatan 32 ton kami kurangi hanya 15 ton," sambungnya.
Lanjut Pujo, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, terkait mobil minibus yang masuk ke dalam laut akibat ambruknya trestle pelabuhan tersebut akibat lalainya pemilik mobil.
"Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Soal mobil minibus itu salah pemiliknya sendiri, soalnya sudah tertera dilarang parkir di trestle tapi masih parkir disitu," lanjutnya.
Pujo menyampaikan jika belum dapat memastikan kepemilikan mobil tersebut. Karena, saat itu kondisi kapal sudah mau berangkat dari pelabuhan.
"Itu posisinya kapal sudah mau berangkat. Itu mobil entah milik PBM-nya ntah milik kompeyornya," sebutnya.
Pujo menduga, ambruknya trestle pelabuhan KITB tersebut berkaitan erat dengan pengelolaan dan perawatan saat pelabuhan KITB dikelola oleh Badan Usaha Pelabuhan (BUP) saat itu.
"Dari BUP yang lama tidak ada perawatan sama sekali. Kan saat itu dikelola oleh BUP PT SS itu," kata Pujo.
Lebih jauh, Pujo menyebutkan seharusnya selama 9 tahun dikelola oleh BUP PT SS, pelabuhan KITB tersebut harus ada perawatan.
"Sembilan tahun dikelola BUP PT SS seharusnya ada menganggarkan untuk perawatan," sebutnya.
Sebelumnya, sebuah minibus warna putih terlihat terapung di kawasan Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton, Senin (5/1/2026) sore.
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Kronologi Kecelakaan Land Cruiser Ketua PP Siak, Tewaskan Pemotor Remaja
-
Land Cruiser Ketua Ormas di Siak Tabrak Motor, Satu Pelajar Tewas, 2 Luka Berat
-
65 Orang Jadi Tersangka Karhutla Riau, Lahan Terbakar Capai 3.394 Hektare
-
Kompolnas Minta Polda Riau Perketat Pengawasan Psikologis Polisi usai Kasus Brigadir WP
-
Pemkot Pekanbaru Tempatkan PPPK Paruh Waktu di Setiap RW