- Kasus kematian sopir truk minyak goreng di Pekanbaru akhirnya terungkap.
- Polresta Pekanbaru mengamankan para pelaku pembunuhan berencana.
- Pelaku merupakan rekan korban sesama sopir yang ingin menguasai muatan.
SuaraRiau.id - Kasus sopir truk ekspedisi MinyaKita ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam truk di kawasan pergudangan Jalan SM Amin, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru akhirnya terungkap.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Muharman Arta menyatakan bahwa pengemudi truk bernama HS ternyata korban pembunuhan berencana.
"Setelah penemuan jenazah, kami langsung melakukan olah TKP dan melibatkan tim laboratorium forensik untuk mengumpulkan petunjuk," ujar Kapolresta, Minggu (24/5/2026).
Tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap kasus tersebut dan menangkap tiga dari empat terduga pelaku setelah hampir 3 pekan penyelidikan.
Dua tersangka bahkan terpaksa ditembak di bagian kaki karena diduga melawan saat proses penangkapan.
Tiga tersangka yang berhasil diamankan masing-masing berinisial FG, ZN dan AS. Sementara satu pelaku lain berinisial AN masih masuk daftar pencarian orang (DPO).
Kombes Muharman mengatakan, pengungkapan kasus bermula dari penemuan jasad korban di dalam mobil box ekspedisi pada 3 Mei 2026.
Saat ditemukan, tubuh korban dalam kondisi terikat, sementara wajah hingga kepala dililit lakban.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap pembunuhan diduga dipicu rencana para pelaku menguasai muatan truk berisi minyak goreng untuk dijual kembali.
Peristiwa bermula saat truk ekspedisi yang dikemudikan korban berangkat dari Medan menuju Lampung pada 30 April 2026.
Dalam perjalanan, FG yang diketahui merupakan rekan kerja korban sesama sopir truk diduga mengajak HS menggelapkan dan menjual muatan. Namun ajakan tersebut ditolak korban.
Penolakan itu diduga membuat FG menyusun rencana bersama pelaku lain untuk menghabisi nyawa korban dengan membuat skenario seolah-olah terjadi aksi perampokan.
"FG mengajak korban menjual muatan, tetapi korban menolak. Karena itu, para pelaku menyusun rencana pembunuhan dengan modus perampokan," kata Muharman.
Rencana tersebut mulai dijalankan sejak 2 Mei 2026. Dalam aksinya, tersangka ZN dan AN disebut naik ke truk secara bertahap dengan alasan menumpang.
ZN naik di wilayah Kandis Utara, sementara AN bergabung di sekitar Tol Pekanbaru-Dumai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Penggerebekan MP Club, Polisi Periksa 8 Orang Terkait Peredaran Narkoba
-
Jarak Pandang Hanya 100 Meter, Penerbangan dari Pekanbaru Kembali Tertunda
-
Polres Dumai Serbu Kampung Dalam, Amankan 11 Orang Terkait Narkoba
-
Digerebek Polisi, MP Club Pekanbaru Diduga Jadi Sarang Peredaran Narkoba
-
Operasi Gabungan, 60 Tamu MP Club Pekanbaru Dinyatakan Positif Narkoba