- Kepala BPN Pekanbaru buka suara soal tuduhan gratifikasi
- Dia juga menyatakan tudingan pihaknya mafia tanah tidak benar
- Sebelumnya, warga menyayangkan bobroknya sistem dalam BPN
SuaraRiau.id - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pekanbaru Muji Nurohman buka suara terkait tuduhan pihaknya menerima gratifikasi dan sebagai mafia tanah.
Tuduhan tersebut disampaikan oleh ratusan warga saat menggelar aksi damai di Kantor BPN Pekanbaru, Rabu (8/10/2025).
"Kami sudah klarifikasi kepada yang dituduhkan, dan itu tidak benar. Semua kami proses sesuai dengan aturannya. Saya tegaskan, BPN melakukan proses pelayanan kepada masyarakat sesuai aturan yang berlaku," katanya seperti dikutip dari Riauonline.co.id--jaringan Suara.com.
Terkait hasil putusan MA atas tanah seluas 49 hektare yang disengketakan, Muji mengatakan BPN tidak dapat mengintervensi putusan tersebut.
"Kami tidak bisa mengintervensi putusan MA yang sudah ada. Kepada masyarakat yang merasa dirugikan, kami persilahkan agar melakukan langkah hukum kepada instansi tersebut," sebutnya.
Terkait BPN Pekanbaru melakukan PK atas lahan yang dimaksud, ia menjelaskan itu adalah upaya BPN untuk mempertahankan produk.
"BPN melakukan PK untuk mempertahankan produk. Mempertahankan produk itu maksudnya, dalam sidang MA, kami menyampaikan data-data yang dibutuhkan, seperti lokasi, luas dan sebagainya. Terkait bagaimana putusan sidang tersebut, itu adalah wewenang MA sepenuhnya," tegasnya.
Lebih lanjut, BPN Kota Pekanbaru, menurut Muji akan menunggu upaya hukum lebih lanjut dari keluarga H Masrul atas sengketa lahan tersebut.
"Kami siap dan kami menunggu jika memang tanah itu akan diproses lebih lanjut, apabila pihak warga akan melakukan upaya hukum selanjutnya. Kami akan menunggu," tutur Muji.
Sebelumnya, ratusan warga menggelar aksi damai di depan Kantor BPN Pekanbaru, Jalan Naga Sakti, Rabu 8 Oktober 2025 pagi.
Aksi ini digelar untuk menuntut hak atas lahan seluas 49 hektare di kawasan Arifin Ahmad, yang diduga di PK oleh BPN dan kini dikuasai oleh PT HM Sampoerna.
"Kami menuntut hak atas tanah milik H Masrul yang di PK oleh BPN dengan semena-mena. Padahal lahan itu ada sertifikatnya secara legal," ujar Perwakilan Keluarga H Masrul, Hendra Zainal dalam orasinya.
Ia menjelaskan, warga sangat menyayangkan betapa bobroknya sistem dalam BPN, hingga warga yang memiliki kekuatan hukum atas lahannya, dapat dikalahkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab dan mafia tanah.
Pihaknya menduga, ada praktik gratifikasi di antara oknum BPN dan PT HM Sampoerna terkait sengketa lahan tersebut. Pihaknya juga menduga bahwa gratifikasi itu dilakukan oleh oknum BPN Kota Pekanbaru, yakni mantan Kepala BPN Kota Pekanbaru Doni dan sejumlah jajarannya.
Oleh karenanya, pihaknya menuntut agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kepala BPN Pekanbaru, Doni Cs atas dugaan menerima gratifikasi dari PT HM Sampoerna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem Pembiayaan Keluarga Prasejahtera
-
Jarak Pandang Terganggu, Lion Air Gagal Mendarat di Bandara Pekanbaru
-
Pekanbaru Berawan Tebal, Padang Diprediksi Hujan Ringan
-
Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis