Eko Faizin
Kamis, 26 Februari 2026 | 14:05 WIB
Ilustrasi UIN Suska Riau, Pekanbaru. [riau.go.id]
Baca 10 detik
  • Mahasiswi UIN Suska Riau menjadi korban pembacokan, Kamis (26/2/2026) pagi.
  • Pelaku merupakan mahasiswa kampus itu menggunakan kapak saat menganiaya.
  • Masalah asmara diduga menjadi penyebab pelaku melakukan tindakan brutal itu.

SuaraRiau.id - Seorang mahasiswi UIN Suska Riau menjadi korban pembacokan rekannya, mahasiswa di depan kelas kampus tersebut pada Kamis (26/2/2026) pagi.

Saksi mata mahasiswa bernama Dimas mengatakan peristiwa itu terjadi saat korban sedang menunggu giliran sidang munaqosah (ujian proposal) di ruang Fakultas Syariah dan Hukum.

"Awalnya korban menunggu untuk sidang proposal di ruangan Fakultas Syariah dan Hukum. Kami sedang belajar di ruangan sebelah," ujarnya dikutip dari Antara.

Mahasiswa UIN Suska Riau diduga membacok mahasiswi. [Ist]

Ketika Dimas bersama rekannya keluar kelas, mendapati pelaku melakukan penganiayaan dengan kapak di depan ruangan.

"Saat kami lihat keluar, tampak pelaku sedang membacok korban di depan ruangan. Kami tidak berani menolong karena pelaku membawa kapak," terangnya.

Menurut Dimas, pihak keamanan kampus kemudian datang dan berhasil mengamankan pelaku saat hendak kembali melayangkan senjata tajam ke arah korban.

Sementara Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan pelaku telah diamankan di Polsek Binawidya beserta barang bukti berupa sebilah kapak dan parang yang digunakan dalam kejadian tersebut.

"Pelaku sudah diamankan di Polsek Binawidya bersama barang bukti senjata tajam berupa kapak dan parang. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait motif dan kronologi kejadian," kata AKP Anggi.

Ia menjelaskan korban telah mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru akibat luka bacok yang cukup dalam pada bagian kepala dan tangan, dan direncanakan akan dirujuk ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.

"Diduga dipicu persoalan pribadi terkait hubungan percintaan, namun kami masih mendalami motif dan kronologinya," tegasnya. (Antara)

Load More