SuaraRiau.id - Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menyatakan bahwa pembayaran retribusi sampah sudah menerapkan non-tunai.
Masyarakat bisa langsung membayar secara transfer ke rekening daerah. Jika ada oknum yang meminta retribusi sampah menggunakan karcis atau secara tunai supaya melaporkan ke Pemkot Pekanbaru atau pihak kepolisian.
"Jika masih ada yang memungut retribusi sampah, datang ke ruko mengatasnamakan THL (Tenaga Harian Lepas), laporkan kepada kami," ujar Agung, Jumat (4/4/2025).
Wali Kota mengungkapkan meminta retribusi sampah secara tunai merupakan satu bentuk pungutan liar (pungli) dan bisa diproses secara hukum. Maka dari itu, pembayaran menggunakan non tunai ini sudah diterapkan sejak beberapa waktu lalu.
"Jadi tidak ada lagi pungutan itu yang pakai karcis, semua sudah elektronik," ujar Agung.
Warga saat ini sudah bisa membayar retribusi sampah dilakukan secara non tunai melalui lewat rekening 107.02.00191 (BRK Syariah) dan 134 1589 793 (BNI).
Pemkot Pekanbaru juga tengah mengevaluasi pengelolaan sampah. Wako Pekanbaru mengingatkan agar operator bisa mengoptimalkan pengangkutan sampah.
Agung tidak ingin ada lagi sampah yang menumpuk di TPS. Dia juga memimpin langsung upaya penutupan TPS liar Jalan Soekarno Hatta kemarin.
Pimpin pembersihan sampah
Baca Juga: Harga Sayuran di Pekanbaru Naik 3 Kali Lipat, Cabai Tembus Rp120.000 usai Lebaran
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho juga memimpin langsung pembersihan sampah di hari keempat lebaran Idul Fitri 1446 H.
Agung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah di Jalan Soekarno Hatta Ujung, Kamis (3/4/2025).
Dia tak hanya memantau, tetapi turun langsung memastikan sampah diangkut agar tidak menumpuk dan mengganggu estetika kota.
Agung juga memerintahkan jajarannya untuk menutup TPS sampah liar. Pasalnya, lebaran kerap menjadi momen meningkatnya volume sampah di berbagai titik kota, terutama di TPS-TPS utama.
Agung ingin memastikan kebersihan tetap terjaga meskipun masyarakat masih dalam suasana libur Idul Fitri.
"Saat ini kita sidak salah satu TPS di perbatasan Pekanbaru dan Kampar, di ujung Kecamatan Sidomulyo Barat. Saya ingin memastikan sampah yang menumpuk segera diangkut dan tidak dibiarkan berlarut-larut," terang Agung Nugroho.
Tag
Berita Terkait
-
Pramono Beri Tenggat, 3.000 Ton Sampah di Hutan Kota Penjaringan Harus Tuntas Tahun Ini!
-
Bersih-Bersih Pantai Ancol, Anak Muda Diajak Peduli Sampah dan Lingkungan
-
Ekonomi Sirkular Dimulai dari Rumah, Ubah Sampah Jadi Cuan
-
Tak Semua Sampah Plastik Berakhir di Laut, Peneliti Ungkap Fakta Terbaru Ini
-
Krisis Sampah Perkotaan, Mengapa Perempuan Jadi yang Paling Terdampak?
Terpopuler
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
- 11 HP Murah untuk Ojol, Baterai Awet dan Layar Terang agar Tetap Nyaman di Jalan
- Persija dan PSM Masuk Daftar 24 Klub Penunggak Gaji Pemain Versi Data Terbaru APPI
- 7 Sepatu Slip On Lokal yang Empuk dan Anti Pegal untuk Kerja Komuter, Mulai Rp100 Ribuan
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Anggota TNI AU Pekanbaru Tewas Diduga Dianiaya, Personel Lain Diperiksa
-
PPPK Paruh Waktu Pemkot Pekanbaru Berpeluang Jadi Penuh Waktu
-
Herri Pras Sudah Minta Maaf, Laporan Dugaan Hina Ulama Tetap Berlanjut
-
Tanggapan Kapolda Riau soal Laporan Konten TikTok yang Catut SF Hariyanto
-
Akun TikTok Dipolisikan, Tuduh SF Hariyanto Komentari Eks Kapolri Sadap Presiden