Eko Faizin
Rabu, 06 Mei 2026 | 08:16 WIB
Antrean panjang kendaraan hendak mengisi BBM di SPBU Siak. [Suara.com/Alfat Handri]
Baca 10 detik
  • Warga Siak mengeluhkan sulitnya mendapatkan pertalite eceran.
  • Jika membeli di SPBU harus mengantre panjang lebih dari satu jam.
  • Masyarakat berharap pemerintah bisa memberi solusi konkret.

SuaraRiau.id - Warga Siak mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di eceran. Kalau pun ada, harganya sudah Rp13.000 hingga Rp15 ibu, padahal biasanya dijual Rp12.000.

Sementara jika membeli di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) harus antre panjang sekitar satu jam lebih.

Warga Kecamatan Mempura, Rohmadi mengatakan harus rela mengantre lebih dari satu jam di SPBU Siak untuk mengisi bensin.

"Eceran susah dapatnya. Kemarin ada, cuma harganya sudah Rp14.000. Ke SPBU antreannya panjang," kata pengendara motor tersebut.

Rohmadi mengaku selama ini membutuhkan dua sampai empat liter agar aktivitasnya tetap berjalan. Namun, jika harus membeli ke SPBU, jarak yang ditempuh dari rumahnya sangatlah jauh.

"Belinya cuma dua atau empat liter paling banyak, harus pulak antre berjam-jam di SPBU," tambah Rohmadi.

Hal senada dikatakan Afriadi, warga Kecamatan Sungai Apit juga mengeluhkan hal yang sama. Dia kesulitan mendapatkan pertalite di daerah tempat tinggalnya.

"Susah dapat minyak (pertalite), di SPBU antreannya panjang, sementara yang mau diisi sepeda motor," kata Afriadi.

Dia berharap, persoalan tersebut segera mendapatkan solusi konkret dari pemerintah. Sebab, sulitnya mendapatkan minyak sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

"Susah untuk beraktivitas. Banyak yang terganggu. Apalagi harua antre panjang," ungkap Afriadi.

Dia menceritakan rekannya pernah ikut antre, tetapi malah tidak kebagian alias kehabisan stok di SPBU.

"Dah antre lama rupanya habis gak kebagian," sebutnya.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menegaskan bahwa stok minyak di Siak sampai saat ini masih normal, tidak terjadi kelangkaan maupun antrean.

Kapolres mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan jangan ada yang memanfaatkan situasi untuk melakukan tindak pidana.

"Diimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying ataupun memanfaatkan situasi untuk melakukan tindak pidana penimbunan BBM," tutur Sepuh.

Load More